Liputan6.com, Jakarta - Ratusan warga yang merupakan sanak keluarga dan sahabat mengantar jenazah mahasiswi berinisial AEMM di Pelabuhan Manado menuju kampung halamannya di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, pada Jumat (2/1/2026).
AEMM adalah mahasiswa semester VII Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Manado (Unima). Dia ditemukan tewas tergantung di indekos, Selasa (30/12/2025). AEMM diduga trauma akibat menjadi korban kekerasan seksual oleh dosennya berinisial DM.
Advertisement
Jenazah AEMM tiba di Pelabuhan Manado pukul 15.40 Wita. Ratusan warga mengantar jenazah dari rumah duka di Perum CBA, Mapanget, Kabupaten Minahasa Utara, Sulut.
Isak tangis keluarga pecah saat jenazah akan dipindahkan dari ambulans ke KM Barcelola 1 yang akan berangkat ke Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut.
Antonius Mangolo, ayah korban, meminta kepolisan untuk mengusut tuntas kasus kematian anaknya. Dia menduga kuat ada pelaku di balik Kematian anaknya.
"Saya minta polisi mengusut tuntas kematian anak saya," ujar Antonius sesaat sebelum naik ke kapal.
Selain sanak keluarga, dari pihak kampus Unima juga turut hadir dan melepas kepergian jenazah AEMM. Tampak Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Gideon Mister Maru, Dekan FIPP Unima Aldjon Dapa, serta sejumlah dosen seperti Richard Pangkey dan Yusack Ratunguri.
"Kami turut berduka cita yang mendalam atas kepergian salah satu mahasiswa kami," ujarnya.
Pihak Unima kemudian melakukan pelepasan jenazah di atas KM Barcelona 1, setelah sebumnya dilakukan ibadah singkat.
Sekitar pukul 17.00 Wita, KM Barcelona 1 yang membawa jenazah AEMM berangkat dari Pelabuhan Manado menuju Pelabuhan Siau, Kabupaten Sitaro. Dari dari sana, jenazah akan dibawa ke kampung halaman almarhum di Kampung Luwaha, Kelurahan Tatahade, Kecamatan Siau Timur, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut.