Liputan6.com, Jakarta - Di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin tinggi, kesepian kini menjadi ancaman serius bagi kesehatan mental pekerja. Menanggapi hal ini, sebuah Apotek Hjartat, di Swedia melakukan terobosan unik dengan meluncurkan program percontohan bertajuk "Friendcare" atau jam persahabatan bagi karyawannya.
Program ini bukan sekadar istirahat kopi biasa. Perusahaan memberikan cuti berbayar khusus agar staf mereka bisa memupuk hubungan sosial, baik dengan teman lama maupun membangun koneksi baru.
Advertisement
Gaji Tetap Jalan Saat Bertemu Teman
Salah satu peserta program, Yasmine Lindberg (45), menceritakan bagaimana kesibukan kerja di gerai ritel Kalmar seringkali membuatnya kehabisan energi untuk bersosialisasi. Sebagai orang tua tunggal, rasa sepi kerap menghampiri di sela-sela rutinitasnya.
"Saya benar-benar lelah saat pulang ke rumah. Saya tidak punya energi untuk bertemu teman-teman," ujar Yasmine
Melalui program Friendcare, Yasmine kini mendapatkan alokasi waktu 15 menit per minggu atau satu jam per bulan selama jam kerja untuk fokus pada persahabatan. Waktu ini bisa digunakan untuk mengobrol di telepon, berbalas pesan, atau bahkan bertemu langsung.
Tak hanya waktu, Apotek Hjartat juga memberikan tunjangan sebesar 1.000 kronor (sekitar Rp1,5 juta) kepada para sukarelawan untuk membiayai aktivitas sosial selama masa uji coba satu tahun.
Investasi Bisnis pada Kesejahteraan Sosial
CEO Apotek Hjartat, Monica Magnusson, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan pengembangan dari tunjangan kesehatan tradisional (friskvard) yang umum di Swedia. Jika biasanya tunjangan digunakan untuk gym atau pijat, Friendcare secara spesifik menargetkan masalah isolasi sosial.
"Kami mencoba melihat dampaknya jika karyawan diberi kesempatan meluangkan waktu setiap minggu untuk menjaga hubungan mereka," kata Magnusson
Menurutnya, karyawan yang bahagia dan memiliki kehidupan sosial yang sehat akan berdampak positif pada produktivitas dan kualitas layanan kepada pelanggan.
Dukungan Pemerintah dan Dampak Ekonomi
Langkah sektor swasta ini sejalan dengan strategi nasional Pemerintah Swedia. Menteri Kesehatan Swedia, Jakob Forssmed, telah menetapkan kesepian sebagai masalah kesehatan masyarakat yang serius.
Berdasarkan data, kesepian kronis dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, stroke, hingga kematian dini. Bagi dunia usaha, ini berarti potensi kerugian ekonomi akibat biaya kesehatan dan tingginya angka cuti sakit.
Data Kesepian di Swedia
- 14% penduduk merasa kesepian sepanjang waktu.
- 8% orang dewasa mengaku tidak memiliki satu pun teman dekat.
- 40% rumah tangga di Swedia hanya dihuni oleh satu orang.
Gerakan 'Bersama Melawan Kesepian'
Tren ini mulai diikuti oleh raksasa bisnis lainnya. Apotek Hjartat kini tergabung dalam jaringan bisnis yang melibatkan merek global seperti IKEA dan jaringan hotel Strawberry. Mereka rutin berbagi strategi tentang cara sektor swasta dapat membantu mengatasi hambatan sosial di masyarakat.
Meskipun masih dalam tahap uji coba, hasil awal menunjukkan tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi di antara karyawan yang mengikuti program ini. Bagi dunia bisnis, eksperimen Swedia ini membuktikan bahwa investasi pada "modal sosial" karyawan bisa jadi sama pentingnya dengan investasi pada teknologi atau infrastruktur.