Bencana Awal Tahun, Gemuruh Jadi Penanda Saat Galogo Menyapu Desa di Sumbar

Gemuruh terdengar beberapa kali di hulu sungai, sehingga masyarakat berhamburan keluar rumah.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 01 Januari 2026, 15:52 WIB
Foto udara kondisi di Maninjau 1 Januari 2025 pascabanjir bandang susulan (Dok: BPBD Agam)

Liputan6.com, Jakarta - Banjir bandang atau galogo kembali menyapu nagari atau Desa Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (1/1/2026) dini hari.

"Banjir bandang disertai bunyi gemuruh di hulu Sungai Muaro Pisang terjadi sekitar pukul 01.45 WIB," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur di Lubuk Basung. Dikutip dari Antara.

Gemuruh terdengar beberapa kali di hulu sungai tersebut, sehingga masyarakat berhamburan keluar rumah.

Warga yang tinggal di sepanjang sungai mengungsi ke sekolah, rumah warga dan lokasi aman lainnya setelah rumah mereka digenangi material lumpur dan bebatuan.

"Tidak ada korban akibat kejadian itu, karena warga langsung mengungsi saat mendengar gemuruh di hulu sungai," ujarnya.

Material banjir bandang juga menutupi badan jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dan Kota Bukittinggi.

Dengan kondisi itu, jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

"Alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material banjir bandang berupa lumpur dan bebatuan," beber Ghafur.

Banjir bandang terjadi setelah hujan deras melanda daerah itu pada Rabu (31/12) malam, sehingga material bekas tanah longsor di hulu sungai turun dan mengakibatkan sungai meluap.

Sebelumnya banjir bandang sudah beberapa kali terjadi di daerah tersebut. Warga yang tinggal sepanjang sungai dan pengendara diimbau agar meningkatkan kewaspadaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya