Pertamina Resmi Turunkan Harga BBM Non-Subsidi, Pertamax Jadi Rp 12.350 per Liter

Harga BBM nonsubsidi resmi turun mulai 1 Januari 2026. Pertamina menyesuaikan harga Pertamax, Pertamax Turbo, hingga Dex Series di seluruh Indonesia.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 01 Januari 2026, 07:20 WIB
Pertamina menurunkan harga BBM nonsubsidi awal 2026. Simak daftar harga BBM terbaru untuk Pertamax Series dan Dex Series di SPBU. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di seluruh Indonesia. Berbeda dari periode sebelumnya, penyesuaian kali ini membawa kabar baik bagi konsumen karena terjadi penurunan harga yang cukup signifikan pada produk Pertamax Series dan Dex Series.

Langkah penurunan harga BBM ini diambil dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.

Berdasarkan perbandingan data terbaru, dikutip Liputan6.com dari laman Pertamina, Kamis (1/1/2026), produk Pertamina Dex dan Dexlite mengalami penurunan harga paling tajam.

Di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa, harga Pertamina Dex yang sebelumnya Rp 15.000 kini turun menjadi Rp 13.600 per liter atau turun Rp 1.400 per liter. Sementara Dexlite turun dari Rp 14.700 menjadi Rp 13.500 per liter atau turun Rp 1.200).

Pertamax Series Ikut Turun

Pengguna bensin juga merasakan dampak positif. Harga Pertamax untuk wilayah Jawa dan Bali yang sebelumnya dipatok Rp 12.750, kini turun menjadi Rp 12.350 per liter. Untuk produk Pertamax Turbo juga mengalami pemangkasan harga sebesar Rp 350, dari sebelumnya Rp 13.750 menjadi Rp 13.400 per liter.

Produk ramah lingkungan terbaru, Pertamax Green 95, juga mengalami penyesuaian dari Rp 13.500 menjadi Rp 13.150 per liter.

Perbandingan Harga BBM di Wilayah Strategis:

Jenis BBM Harga Lama (Rata-rata) Harga Baru (Rata-rata) Selisih Penurunan
Pertamax Rp 12.750 - 13.350 Rp 12.350 - 12.950 Rp 400
Pertamax Turbo Rp 13.750 - 14.350 Rp 13.400 - 14.000 Rp 350
Dexlite Rp 14.200 - 15.300 Rp 13.800 - 14.100 Rp 400 - Rp 1.200
Pertamina Dex Rp 14.500 - 15.600 Rp 13.900 - 14.200 Rp 600 - Rp 1.400

 

BBM Subsidi Tetap Stabil

Mesin pengisian ulang bahan bakar minyak di salah satu SPBU, Jakarta, Selasa (15/3). Pertamina menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) umum Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex, dan Pertalite Rp 200 per liter. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Meskipun harga BBM non-subsidi mengalami penurunan, pemerintah memastikan harga BBM penugasan dan subsidi tidak berubah. Harga Pertalite tetap dipatok Rp 10.000 per liter dan BioSolar tetap Rp 6.800 per liter di seluruh wilayah Indonesia.

"Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti mekanisme pasar dan evaluasi berkala, sehingga masyarakat dapat menikmati bahan bakar berkualitas dengan harga yang lebih kompetitif," tulis Pertamina dalam keterangan resminya.

Perubahan harga ini mulai berlaku secara efektif di seluruh SPBU Pertamina dari Sabang sampai Merauke. Konsumen dapat mengecek rincian harga di provinsi masing-masing melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi perusahaan.

Rincian Harga BBM Pertamina per 1 Januari 2026

Wilayah Pertalite Pertamax Pertamax Turbo Pertamax Green 95 BioSolar Dexlite Pertamina Dex
Prov. Aceh 10.000 12.500 13.400 - 6.800 13.800 13.900
FTZ Sabang 10.000 11.500 - - 6.800 12.600 -
Prov. Sumatera Utara 10.000 12.500 13.400 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Sumatera Barat 10.000 12.800 13.700 - 6.800 14.100 14.200
Prov. Riau 10.000 12.950 14.000 - 6.800 14.100 14.200
Prov. Kepulauan Riau 10.000 12.950 14.000 - 6.800 14.100 14.200
FTZ Batam 10.000 11.850 12.750 - 6.800 12.800 12.900
Prov. Jambi 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Bengkulu 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Sumatera Selatan 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Bangka-Belitung 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Lampung 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. DKI Jakarta 10.000 12.350 13.400 13.150 6.800 13.500 13.600
Prov. Banten 10.000 12.350 13.400 13.150 6.800 13.500 13.600
Prov. Jawa Barat 10.000 12.350 13.400 13.150 6.800 13.500 13.600
Prov. Jawa Tengah 10.000 12.350 13.400 13.150 6.800 13.500 13.600
Prov. DI Yogyakarta 10.000 12.350 13.400 13.150 6.800 13.500 13.600
Prov. Jawa Timur 10.000 12.350 13.400 13.150 6.800 13.500 13.600
Prov. Bali 10.000 12.350 13.400 - 6.800 13.500 13.600
Prov. Nusa Tenggara Barat 10.000 12.350 13.400 - 6.800 13.500 13.600
Prov. Nusa Tenggara Timur 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Kalimantan Barat 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Kalimantan Tengah 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Kalimantan Selatan 10.000 12.950 14.000 - 6.800 14.100 14.200
Prov. Kalimantan Timur 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Kalimantan Utara 10.000 12.950 14.000 - 6.800 14.100 14.200
Prov. Sulawesi Utara 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Gorontalo 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Sulawesi Tengah 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Sulawesi Tenggara 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Sulawesi Selatan 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Sulawesi Barat 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 13.900
Prov. Maluku 10.000 12.650 - - 6.800 13.800 -
Prov. Maluku Utara 10.000 12.650 - - 6.800 13.800 -
Prov. Papua 10.000 12.650 13.700 - 6.800 13.800 -
Prov. Papua Barat 10.000 12.650 - - 6.800 13.800 13.900
Prov. Papua Selatan 10.000 12.650 - - 6.800 13.800 -
Prov. Papua Pegunungan 10.000 12.650 - - 6.800 13.800 -
Prov. Papua Tengah 10.000 12.650 - - 6.800 13.800 -
Prov. Papua Barat Daya 10.000 12.650 - - 6.800 13.800 -

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya