Liputan6.com, Jakarta - BPBD Gunungkidul telah melakukan asesmen di lokasi terjadinya angin kencang dan memastikan tidak ada korban jiwa.
Hujan lebat disertai angin kencang menerjang Padukuhan Saban, Kalurahan Karangwuni, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap.
Advertisement
Angin kencang berlangsung bersamaan dengan intensitas hujan tinggi membuat sejumlah warga sempat panik dan berupaya menyelamatkan diri serta barang-barang berharga di dalam rumah. Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menyampaikan bahwa hasil pendataan sementara mencatat sebanyak 23 rumah warga dan satu bangunan tempat ibadah terdampak angin kencang.
"Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan kerusakan ringan pada atap rumah warga di Padukuhan Saban. Sebagian besar kerusakan berupa genteng bergeser dan terlepas," ujar Purwono saat dihubungi.
Waspada Cuaca Ekstrem
Purwono menjelaskan, sekitar pukul 15.30 WIB, tim BPBD Gunungkidul langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan asesmen serta pendataan dampak kerusakan.
"Petugas kami segera melakukan asesmen di lapangan untuk memastikan kondisi warga serta mencatat tingkat kerusakan. Saat ini fokus kami adalah pendataan dan koordinasi dengan pemerintah kalurahan untuk penanganan lanjutan," imbuhnya.
BPBD Gunungkidul juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, khususnya pada musim hujan.
Akibat kejadian tersebut, jumlah rumah terdampak ada 23 unit, bangunan tempat Ibadah 1 Unit. Dari jumlah tersebut kerusakan yang dialami atap rumah dan atap masjid rusak ringan.
BPBD Gunungkidul memastikan akan terus memantau kondisi di lokasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna membantu warga terdampak apabila dibutuhkan penanganan lebih lanjut.