Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menetapkan kalender libur bursa 2026. Penetapan kalender bursa ini telah merujuk pada Surat Keputusan Bersama tiga menteri atau SKB tiga menteri yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, Nomor 5 Tahun 2025 tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026.
BEI menetapkan kalender libur bursa Tahun 2026 ini merupakan jadwal yang menerangkan waktu (hari dan tanggal) peniadaan kegiatan pelaksanaan perdagangan dan penyelesaian transaksi efek di bursa. Hal itu berdasarkan pengumuman kalender libur bursa tahun 2026: Nomor Peng-00171/BEI.POP/09-2025.
Advertisement
Adapun perubahan kalender libur bursa Tahun 2026 dapat ditetapkan kemudian apabila terjadi perubahan kegiatan kliring pada kalender operasional Bank Indonesia atau adanya pengumuman pemerintah mengenai perubahan hari libur nasional dan cuti bersama 2026. Adapun jumlah hari bursa sebanyak 239 hari pada 2026. Ingin tahu kapan saja libur bursa selain libur akhir pekan?
Berikut Kalender Libur Bursa Tahun 2026:
Januari 2026: ada hari bursa sebanyak 20 hari
1 Januari 2026: Tahun Baru 2026 Masehi
16 Januari 2026: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
Februari 2026: ada hari bursa sebanyak 18 hari
16 Februari 2026: Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
17 Februari 2026: Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
Maret 2026: ada hari bursa sebanyak 17 hari
18 Maret 2026 : Cuti Bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
19 Maret 2026: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948
20 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
23 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
24 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
April 2026: ada hari bursa sebanyak 21 hari bursa
3 April 2026: Wafat Yesus Kristus
Mei 2026: ada hari bursa sebanyak 16 hari
1 Mei 2026: Hari Buruh Internasional
14 Mei 2026: Kenaikan Yesus Kristus
15 Mei 2026: Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus
27 Mei 2026: Idul Adha 1447 Hijriah
28 Mei 2026: Cuti Bersama Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah
Juni 2026: ada hari bursa sebanyak 20 hari
1 Juni 2026: Hari Lahir Pancasila
16 Juni 2026: 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah
Juli 2026: ada hari bursa sebanyak 23 hari
-
Libur Bursa
Agustus 2026: ada hari bursa sebanyak 19 hari
17 Agustus 2026: Proklamasi Kemerdekaan
25 Agustus 2026: Maulid Nabi Muhammad SAW
September 2026: ada hari bursa sebanyak 22 hari
Tidak ada hari libur kecuali Sabtu dan Minggu
Oktober 2026: ada hari bursa sebanyak 22 hari
Tidak ada hari libur kecuali Sabtu dan Minggu
November 2026: ada hari bursa sebanyak 21 hari
Tidak ada hari libur kecuali Sabtu dan Minggu
Desember 2026: ada hari bursa sebanyak 20 hari
- 24 Desember 2026: Cuti Bersama Kelahiran Yesus Kristus
- 25 Desember 2026: Kelahiran Yesus Kristus
- 31 Desember 2026: Libur Bursa
Penutupan IHSG pada 30 Desember 2025
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan saham terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, (30/12/2025). IHSG hari ini ditutup menguat terbatas di tengah sektor saham consumer siklikal pimpin kenaikan.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 0,03% ke posisi 8.646,93. Indeks saham LQ45 melemah 0,64% ke posisi 846,57. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.
Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.663,66 dan level terendah 8.584,86. Sebanyak 346 saham menguat sehingga angkat IHSG. 317 saham melemah dan 146 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.607.631 kali dengan volume perdagangan saham 39,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.755.
Sektor Saham
Dari 11 sektor saham, enam sektor saham menghijau. Sektor saham consumer siklikal naik 3,03%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham infrastruktur bertambah 2,04%, sektor saham keuangan menanjak 0,97%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,51%, sektor saham properti bertambah 0,36%, sektor saham industri naik 0,19%.
Sementara itu, sektor saham kesehatan merosot 1,53%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic susut 1,17%, sektor saham teknologi melemah 0,98%, sektor saham energi terpangkas 0,19%, sektor saham transportasi susut 0,11%.
Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, investor pada hari terakhir perdagangan di BEI pada 2025 lebih wait and see seiring banyak investor yang tidak ingin posisi hold melewati masa libur panjang karena khawatir ada kejutan atau sentimen negatif saat hari libur.
“Sehingga jika investor portofolionya sudah ada keuntungan, investor bisa mengunci keuntungannya terlebih dahulu lalu mulai buyback pada awal tahun,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Ia menambahkan, pada hari ini juga ex date dividen dari BBRI dan ADRO sehingga menghambat IHSG.