Waspada, 5 Modus Penipuan Siber yang Incar Masyarakat Jelang Tahun Baru

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meminta masyarakat sejumlah modus penipuan yang marak jelang akhir tahun.

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 31 Desember 2025, 21:00 WIB
Ilustrasi modus penipuan jelang Tahun Baru. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat  Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri meminta masyarakat sejumlah modus penipuan yang marak jelang akhir tahun. Mereka berharap masyarakat tidak percaya begitu saja informasi yang diterima sehingga tidak mengakibatkan kerugian.

Selama masa libur akhir tahun aktivitas masyarakat memang cenderung meningkat. Mereka memanfaatkan waktu untuk berbelanja, berwisata hingga bertransaksi digital.

Namun kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum untuk melancarkan berbagai modus penipuan. Direktorat Tindak Pidana Siber pun menjelaskan beragam modus penipuan yang beredar belakangan ini.

1. Ucapan Natal atau Tahun Baru File APK

Modus penipuan ini berisi pesan dengan tautan atau lampiran file.APK (aplikasi Android), yang jika diklik dapat mencuri data, mengambil alih perangkat atau menguras saldo m-banking.

2. Penipuan Berkedok Giveaway

Salah satu contoh penipuan ini yaitu giveaway palsu dengan iming-iming hadiah Natal atau uang tunai mengatasnamakan artis ternama dengan bantuan video deepfake AI.

3. Penipuan Belanja Online

Promo belanja akhir tahun selalu diliputi dengan berbagai promo, hal ini memicu oknum tertentu untuk melakukan penipuan, salah satunya yang seringkali terjadi adalah pembeli sudah transfer uang namun barang tidak dikirim.

4. Promo Paket Liburan Palsu

Tingginya minat masyarakat untuk menikmati libur akhir tahun seringkali melupakan bahaya yang ada. Salah satunya adalah pelaku kejahatan siber yang menjual paket liburan dengan harga yang tidak masuk akal baik tujuan luar negeri maupun dalam negeri.

5. Promo Tiket Perjalanan Palsu

Selain paket liburan palsu masyarakat juga harus waspada terhadap penipu yang menyamar sebagai calo agen perjalnan palsu yang menjual tiket dengan harga miring namun merupakan penipuan.

Sumber:

https://www.instagram.com/p/DSmwU2ilJO2/?img_index=5

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya