Tilang Elektronik Dinilai Efektif, Korlantas Targetkan 5.000 ETLE pada 2026

Saat ini, jumlah ETLE baru sebanyak sekitar 1.200 buah. Korlantas berharap jumlah tersebut bisa meningkat hingga 5.000 ETLE pada 2026.

oleh Tim NewsDiterbitkan 30 Desember 2025, 20:06 WIB
Kendaraan melintasi kamera CCTV sistem ETLE di Simpang Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (1/7/2019) (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menilai penggunaan electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik efektif meningkatkan kepatuhan masyarakat di jalan.

“ETLE setelah kami revitalisasi, kami kedepankan 95 persen penegakan hukum dengan ETLE, ternyata tingkat kepatuhan masyarakat cukup tinggi,” kata Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam acara Rilis Akhir Tahun 2025 di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12) seperti dilansir Antara.

Agus mengatakan, transformasi digital dalam penegakan hukum ini juga lebih baik ketimbang tilang manual.

Saat tilang manual, ujar dia, masyarakat sudah curiga dengan polisi lalu lintas (polantas) jika kendaraannya diberhentikan. Namun, jika menggunakan ETLE, pelanggar siap mengakui kesalahan dan membayar denda.

“Ribuan terkonfirmasi dan pelanggar itu mengakui dan siap membayar dengan BRIVA. Ini lompatannya cukup besar sekali,” katanya.

 

5.000 ETLE 2026

Saat ini, jumlah ETLE baru sebanyak sekitar 1.200 buah. Ia berharap jumlah tersebut bisa meningkat hingga 5.000 ETLE pada 2026.

“Ini juga kami akan revitalisasi sehingga betul-betul penegakan hukum menggunakan teknologi ini adalah bagian daripada menghilangkan transaksional, termasuk juga pelanggaran-pelanggaran yang lain,” katanya.

Kendati demikian, ia mengaku tidak bangga apabila harus melakukan penegakan hukum. Korlantas, ujar dia, lebih senang jika lebih dekat dengan masyarakat dan mengedukasi mengenai keselamatan lalu lintas. 

Polantas Menyapa

Maka dari itu, Korlantas memiliki program Polantas Menyapa guna mewujudkan polantas yang dekat dengan masyarakat dan menegakkan keselamatan lalu lintas melalui pendekatan humanis.

“Ini bagian daripada upaya-upaya kami untuk melayani masyarakat,” ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya