Tim SAR Temukan Serpihan Badan Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo Selasa Pagi 30 Desember 2025

Tim SAR gabungan kembali menemukan serpihan badan kapal di sekitar lokasi kejadian dalam proses pencarian hari kelima, Selasa (30/12/2025).

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 30 Desember 2025, 10:51 WIB
Tim SAR gabungan saat menemukan serpihan kapal badan kapal KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR gabungan kembali menemukan serpihan badan kapal di sekitar lokasi kejadian dalam proses pencarian hari kelima terhadap tiga korban yang dilaporkan hilang akibat kecelakaan kapal wisata di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo.

Berdasarkan pantauan di perairan Pulau Padar, serpihan badan kapal ditemukan personel Tim SAR gabungan dalam keadaan terapung pada Selasa pagi (30/12/2025) sekitar pukul 08.45 WITA, melansir Antara, Selasa (30/12/2025).

Kapal wisata KM Putri Sakinah dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur pada Jumat 26 Desember 2025. Serpihan badan kapal itu selanjutnya dibawa ke kapal cepat G Komodo milik Balai Gakkum Kehutanan wilayah Jabalnusra.

Sementara itu, pencarian hari kelima dilanjutkan dengan penyisiran di wilayah daratan di pesisir Pulau Padar serta penyisiran di wilayah perairan Pulau Padar.

Sejumlah penyelam profesional melakukan penyelaman di beberapa titik di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan tiga korban dan bangkai kapal yang belum ditemukan.

Tim SAR gabungan sebelumnya pada Sabtu 27 Desember 2025 juga menemukan serpihan badan kapal KM Putri Sakinah serta barang lainnya seperti tabung gas LPG dan life jacket.

Adapun jenazah seorang korban telah ditemukan pada Senin 29 Desember 2025. Jenazah berjenis kelamin perempuan berumur 12 tahun itu telah teridentifikasi sebagai korban kapal tenggelam.

Para korban merupakan satu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan empat orang anak berkebangsaan Spanyol.

 

Insiden Kecelakaan Kapal

Sebelumnya, sebuah kapal wisatawan tenggelam di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (26/12) malam. Empat warga negara asing (WNA) asal Spanyol dilaporkan hilang dan hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Tampak dalam foto yang dirilis oleh Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (BASARNAS) Indonesia pada Sabtu, 27 Desember 2025, memperlihatkan tim penyelamat memeriksa perairan tempat ditemukannya puing-puing yang diyakini berasal dari kapal wisata yang tenggelam, dekat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Indonesia. (BASARNAS via AP)

Kapal semi pinisi KM Putri Sakinah dalam insiden kecelakaan laut itu mengangkut sebanyak 11 orang penumpang, yang terdiri atas enam wisatawan asing asal Spanyol, satu pemandu wisata, dan empat anak buah kapal (ABK) termasuk nakhoda kapal.

Tim SAR gabungan pada hari kejadian berhasil mengevakuasi sebanyak tujuh dari total 11 penumpang. Para korban selamat di antaranya empat orang ABK termasuk nakhoda kapal, dua wisatawan, dan seorang pemandu wisata.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus memantau insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat 26 Desember 2025.

Dia menyampaikan, pemerintah meminta jajaran TNI, Polri, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mempercepat penanganan dan pencarian korban. Terlebih, saat ini masih ada korban yang masih belum ditemukan.

"Kita memonitor adanya kejadian kecelakaan di Labuan Bajo. Kami juga minta kepada seluruh jajaran TNI, Polri, Kemenhub untuk bekerja keras secepat mungkin untuk melakukan penanganan-penanganan," ujar Prasetyo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin 29 Desember 2025.

"Karena menurut info terakhir, korban masih belum ditemukan," sambungnya.

 

Korban Selamat

Dalam foto yang dirilis oleh Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan Indonesia (BASARNAS) pada Sabtu, 27 Desember 2025, memperlihatkan tim penyelamat memeriksa puing-puing yang diyakini sebagai bagian dari kapal wisata yang tenggelam, di dekat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Indonesia. Tim pencari dan penyelamat gabungan terus melanjutkan pencarian korban kapal wisata Kapal Motor (KM) Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo pada Sabtu (27/12/2025). (BASARNAS via AP)

Sebelumnya, tenggelamnya KM Putri Sakinah di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat NTT membawa duka bagi sepak bola dunia.

Klub sepak bola asal Spanyol, Valencia CF mengkonfirmasi seorang pelatihnya, Fernando Martin bersama tiga anaknya menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah.

Fernando Martin diketahui merupakan pelatih tim cadangan putri Valencia CF Femenino B. Kabar duka itu disampaikan langsung oleh klub melalui kanal resmi Valencia CF.

Berdasarkan laporan dari SAR Maumere, kapal wisata KM Putri Sakinah membawa 11 penumpang, terdiri dari enam anggota keluarga Fernando Martin, empat kru kapal dan seorang pemandu wisata.

KM Putri Sakinah berangkat dari Pulau Komodo pada pukul 20.00 Wita menuju Pulau Padar untuk melanjutkan perjalanan wisata. Setelah setengah jam perjalanan, kapal wisata itu dihantam ombak besar dan mengalami mati mesin hingga tenggelam.

Beberapa saat setelah mendapat informasi kecelakaan laut tersebut, Tim SAR Gabungan langsung menuju lokasi menggunakan RIB Pos SAR Manggarai Barat.

Korban yang selamat pada peristiwa kecelakaan laut ini adalah Lukman sebagai Kapten KM Putri Sakinah, lalu 3 orang ABK yaitu Muhamad Rifai, Muhamad Alif Latifa, dan Rahimullah, kemudian guide bernama Valdus, dan 2 penumpang WNA Spanyol yakni Ortuno Andrea dan Mar Martinez Ortuno.

Sementara, 4 korban yang masih dalam pencarian yaitu Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier.

Pembajakan Kapal oleh Abu Sayyaf

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya