Biar Mobil Tak Cepat Rusak, Ini Kebiasaan-Kebiasaan yang Harus Dihindari saat Mengemudi

Dengan praktik mengemudi yang benar, pengalaman berkendara menjadi lebih aman, nyaman, serta usia pakai kendaraan pun tetap terjaga dengan baik

oleh Azkal Azkia NurrohmatDiterbitkan 30 Desember 2025, 13:11 WIB
Hyundai Nexo Dapat Peringkat Lima Bintang Euro NCAP, Tegaskan Standar Keselamatan Tinggi (ist)

Liputan6.com, Jakarta - Banyak pengendara mobil merasa sudah benar dalam mengemudikan kendaraannya. Pasalnya, pengalaman berkendara tetap sangat tergantung pada cara memudinya.

Dengan praktik mengemudi yang benar, pengalaman berkendara menjadi lebih aman, nyaman, serta usia pakai kendaraan pun tetap terjaga dengan baik.

Oleh karena itu, memahami dan menerapkan kebiasaan mengemudi yang tepat menjadi kunci agar pengalaman berkendara  dan kondisi kendaraan tetap memberikan performa terbaik di setiap perjalanan.

Disitat dari laman Hyundai Mobil, ada beberapa praktik ideal mengemudi yang bisa diterapkan agar tidak salah kaprah dalam berkendara. Berikut penjelasannya:

1. Hindari Memindahkan Gear dari Posisi P (Parkir) atau N (Netral) Ketika Kendaraan Masih Bergerak

Bagi pengendara mobil, hindarilah memindahkan gear ke posisi P atau N ketika kendaraan masih bergerak. Perpindahan gear harus dilakukan saat pedal gas tidak diinjak.

Pasalnya, menekan gas saat memindahkan gear dapat memberikan beban mendadak pada transmisi dan menjadikan komponen cepat rusak.

2. Pastikan Kendaraan Benar-Benar Berhenti sebelum Berpindah ke R (Mundur) atau D (Maju)

Kendaraan yang belum sepenuhnya berhenti, tidak dianjurkan untuk berpindah ke posisi R (Mundur) atau D (Maju) karena dapat menimbulkan hentakan keras dan kerusakan serius pada sistem transmisi.

3. Gunakan Posisi Gear yang Sesuai saat Tanjakan atau Turunan

Untuk maju, gunakan D (Maju); untuk mundur, gunakan R (Mundur). Selalu cek indikator posisi gear di panel instrumen sebelum melaju. Kesalahan arah dapat menyebabkan mesin mati dan menurunkan performa pengereman.

Tak hanya itu, berkendara di posisi Netral membuat kendaraan kehilangan engine brake. Selain meningkatkan risiko kecelakaan, memindahkan kembali ke D saat mobil masih bergerak dapat merusak transmisi.

4. Tidak mengemudi dengan Kaki yang Terus Menempel Di Pedal Rem

Jangan menginjakkan pedal rem secara terus-menerus. Hal tersebut dapat mengakibatkan rem cepat panas, mempercepat kerusakan, hingga berujung pada kegagalan sistem pengereman. 

Pastikanlah kaki berada di bawah atau tidak menempel atau menginjakkan pedal rem secara terus-menerus agar sistem pengereman tetap terjaga dengan baik.

5. Selalu Aktifkan Rem Parkir saat Meninggalkan Kendaraan

Jangan hanya mengandalkan posisi P. Rem parkir memberikan lapisan pengamanan tambahan, terutama di permukaan jalan yang tidak rata.

Berkendara dengan ekstra hati-hati merupakan hal yang wajib diperhatikan oleh para pengemudi. Baik di segala medan, seperti di jalanan licin.

Akselerasi pengereman dan perpindahan gear yang terlalu agresif dapat menyebabkan roda kehilangan traksi dan kendaraan menjadi sulit dikendalikan. 

Mengemudi dengan benar bukan hanya soal aturan belaka, melainkan soal membangun kebiasaan berkendara agar mobil tidak cepat rusak dan usianya lebih tahan lama. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya