Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina International Shipping (PIS) dan PT PAL Indonesia resmi menjajaki kerja sama maritim melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Kesepakatan ini memperkuat sinergi dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor maritim yang sebelumnya telah dirintis sejak pertengahan tahun.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan peluang pembangunan kapal, konversi dan modifikasi armada, pemeliharaan dan perbaikan kapal, hingga pengembangan kapabilitas serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PIS Surya Tri Harto dan CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod, serta disaksikan langsung Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
Advertisement
"Ini adalah langkah pertama yang sangat bagus dan kami sangat berterima kasih atas hubungan dan dukungan yang cukup besar dari PT PAL. Kami sadar harus terus bertransformasi karena saat ini kami sedang dalam proses transformasi untuk membawa industri energi lebih maju lagi," ucap Simon dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).
Melalui kolaborasi ini, PIS dan PAL Indonesia diharapkan dapat saling memperkuat peran dalam mendukung kebutuhan energi nasional sekaligus memajukan industri maritim dalam negeri di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Tantangan Industri Energi
Direktur Utama PIS Surya Tri Harto menilai kerja sama maritim ini sebagai langkah strategis dalam menghadapi tantangan industri energi, baik di tingkat domestik maupun global. Menurutnya, penguatan armada dan layanan menjadi kunci untuk menjaga ketahanan distribusi energi nasional.
“Tantangan energi di domestik dan global mengharuskan PIS terus memperkuat armada dan layanannya. Sinergi dengan PT PAL merupakan salah satu langkah strategis perusahaan untuk melayani kebutuhan energi nasional. Namun tak hanya itu, penandatangan MoU ini juga menandai komitmen kami dalam memajukan industri maritim dalam negeri,” ujar Surya.
Kolaborasi ini sejatinya merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, terutama dalam perawatan dan perbaikan kapal hingga pembangunan armada PIS oleh PAL Indonesia.
Sejauh ini, PIS telah mendistribusikan sekitar 161 miliar liter minyak, produk BBM, dan LPG ke berbagai wilayah di dalam dan luar negeri. Capaian tersebut tidak lepas dari transformasi bisnis PIS, termasuk peremajaan dan pemeliharaan armada secara berkelanjutan.
Operasikan 750 Kapal
Saat ini, PIS mengoperasikan sekitar 750 kapal, baik milik sendiri maupun sewaan. Dari jumlah tersebut, 111 unit merupakan kapal milik PIS. Armada ini melayani distribusi energi dan kebutuhan pelayaran domestik serta internasional, menjadikan PIS sebagai salah satu operator pelayaran terbesar di Asia Tenggara.
Sementara itu, CEO PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menegaskan bahwa kerja sama maritim ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk mendorong kemandirian industri maritim nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global.
"Ini adalah satu tangga pertama bagi kita untuk menghidupkan industri secara keseluruhan di Indonesia. Ketika dapat mengkonsolidasikan dengan baik maka akan menghidupkan potensi market dan memberikan multiplier effect untuk ekosistem industri maritim,” ucap Kaharuddin.
Melalui optimalisasi aset dan jaringan kedua perusahaan, kolaborasi PIS dan PAL Indonesia diharapkan mampu membuka peluang baru, memperkuat ekosistem pelayaran nasional, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia secara berkelanjutan.