Hari Apa Diperingati Setiap Tahunnya pada 30 Desember? Simak Daftar Selengkapnya!

Penghujung tahun tepatnya 30 Desember 2025 ini diisi dengan berbagai peringatan yang sarat makna. Ada hari apa saja?

oleh Rizqi Tri NovitasariDiterbitkan 30 Desember 2025, 06:30 WIB
Ilustrasi Kalender 2025. (Dok: pexels/Matheus Bertelli)

Liputan6.com, Jakarta - Penghujung tahun tepatnya 30 Desember 2025 ini diisi dengan berbagai peringatan yang sarat makna, mulai dari penghargaan terhadap profesi, peringatan tokoh bersejarah, hingga momentum refleksi untuk menyusun langkah menuju tahun yang baru.

Tanggal 30 Desember diperingati sebagai Hari Jadi Satuan Pengamanan (Satpam), momentum untuk mengapresiasi peran satpam sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

30 Desember juga menandai Kelahiran Masykur, sosok yang dikenal melalui kontribusi dan pengaruhnya dalam perjalanan sosial dan sejarah, sehingga layak dikenang sebagai bagian dari catatan penting bangsa.

Hari Natrium Bikarbonat juga diperingati pada hari ini, Selasa (30/12/2025), senyawa yang akrab digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga bidang kesehatan dan industri.

Sementara itu, hari ini pun juga diperingati sebagai Hari Rizal. Sebuah momentum untuk mengenang Jose Rizal, pahlawan nasional Filipina yang pemikiran dan perjuangannya menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme dan penindasan.

Tak kalah menarik, peringatan lain yang diperingati hari ini adalah Hari Perencanaan Resolusi Nasional, sebuah pengingat akan pentingnya refleksi dan perencanaan tujuan sebagai bekal menghadapi tahun yang baru.

Adapun peringatan Hari Festival Keluarga Falling Needles, sebuah momentum pengingat bagi keluarga untuk menurunkan pohon Natal dan mendaur ulangnya secara bertanggung jawab, sebagai sebuah bentuk kepedulian terhadap lingkungan setelah perayaan Natal berakhir. 

Berikut sederet peringatan yang jatuh pada 30 Desember dihimpun oleh Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:

Hari Jadi Satuan Pengamanan

fungsi satpam ©Ilustrasi dibuat AI

Hari Jadi Satuan Pengamanan (Satpam) yang diperingati setiap 30 Desember menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran strategis Satpam dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Peringatan ini bukan sekedar perayaan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi Satpam sebagai garda terdepan pengamanan di berbagai ruang publik.

Gagasan pembentukan Satpam berawal dari keterbatasan jumlah personel Kepolisian Republik Indonesia yang tidak memungkinkan untuk mengawasi seluruh lingkungan umum secara menyeluruh.

Oleh sebab itu, Satpam dibentuk dengan tujuan satuan pengamanan yang bekerja sama dengan kepolisian guna menciptakan stabilitas keamanan, terutama dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan terorganisir yang marak pada masa itu.

Mengutip dari laman resmi Asta Security, sebagai satuan pengamanan binaan kepolisian, Satpam resmi berdiri pada 30 Desember 1980.

Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun Satpam. Pembentukan ini digagas oleh Awaloedin Djamin melalui Surat Keputusan Kapolri Nomor Pol. SKEP/126/XII/1980 tentang Pola Pembinaan Satpam. 

Dalam menjalankan tugasnya, Satpam dibekali berbagai pelatihan khusus karena tanggung jawab besar yang diemban dalam menjaga keamanan lingkungan kerja.

Secara regulasi, definisi Satpam tertuang dalam Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020, yang menyebut Satpam sebagai satuan atau kelompok profesi pengemban fungsi kepolisian terbatas nonyudisial yang direkrut oleh badan usaha jasa pengamanan atau pengguna jasa untuk menyelenggarakan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya.

Hari Natrium Bikarbonat

natrium bikarbonat adalah ©Ilustrasi dibuat Stable Diffusion

Dikutip National Today, Hari Natrium Bikarbonat yang diperingati setiap 30 Desember menjadi momentum untuk mengapresiasi soda kue sebagai bahan serbaguna yang akrab dalam kehidupan sehari-hari.

Dikenal juga sebagai baking soda atau soda roti, natrium bikarbonat (NaHCO₃) telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, termasuk pada masa Mesir Kuno melalui bahan alami bernama natron.

Perkembangannya semakin pesat sejak abad ke-19, ketika soda kue mulai dimanfaatkan luas sebagai bahan pengembang dalam pembuatan roti dan kue, menggantikan ragi yang sebelumnya membutuhkan proses panjang. Selain di dapur, natrium bikarbonat juga efektif sebagai pembersih alami, penghilang bau, hingga bahan pengawet makanan.

Hingga kini, soda kue diproduksi dalam jumlah besar dan digunakan secara luas di seluruh dunia, menjadikannya salah satu bahan sederhana dengan manfaat luar biasa yang patut diperingati setiap 30 Desember.

Hari Rizal di Filipina

Ilustrasi Pahlawan (Photo by Steve Halama on Unsplash)

Melansir dari laman National Today, Hari Rizal diperingati setiap 30 Desember sebagai hari libur nasional di Filipina untuk mengenang kehidupan, pemikiran, dan jasa Jose Rizal, pahlawan nasional yang menjadi simbol perlawanan terhadap kolonialisme Spanyol. Tanggal ini dipilih untuk memperingati hari eksekusi Rizal pada 30 Desember 1896 di Lapangan Bagumbayan, Manila.

José Rizal, yang lahir pada 19 Juni 1861 di Calamba, dikenal sebagai dokter, intelektual, dan sastrawan. Melalui karya-karyanya, terutama novel Noli Me Tangere dan El Filibusterismo, Rizal mengkritik keras praktik penindasan dan korupsi pemerintahan kolonial Spanyol.

Gagasan-gagasan dalam karya tersebut diyakini banyak sejarawan sebagai pemantik tumbuhnya kesadaran nasional dan gerakan revolusi Filipina, meskipun Rizal sendiri tidak terlibat langsung dalam pertempuran bersenjata.

Setelah kematiannya, penghormatan terhadap Rizal terus berkembang. Pada 1898, Presiden pertama Filipina Emilio Aguinaldo menetapkan peringatan Hari Rizal sebagai hari berkabung nasional. 

Penetapan resmi sebagai hari libur nasional dilakukan pada 1902 melalui Undang-Undang Nomor 345.

Penguatan makna peringatan ini kemudian ditegaskan kembali lewat Undang-Undang Republik No. 229 Tahun 1948 yang mengatur tata cara penghormatan nasional setiap 30 Desember.

Hari Perencanaan Resolusi Nasional

Menulis jurnal untuk membantu menjernihkan pikiran sehingga insomnia dapat teratasi (Foto: Sixteen Miles/Unsplash)

Dilansir National Today, Hari Perencanaan Resolusi Nasional yang diperingati setiap 30 Desember mengingatkan pentingnya mempersiapkan tujuan hidup sebelum tahun baru benar-benar dimulai.

Berbagai studi menunjukkan bahwa banyak resolusi Tahun Baru gagak dipertahankan karena dibuat terlalu mendadak.

Maka dari itu, peringatan ini hadir untuk mendorong masyarakat dalam merancang resolusi lebih awal agar komitmen dan peluang keberhasilannya lebih besar saat memasuki 1 Januari nanti.

Tradisi membuat resolusi ternyata sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Lebih dari 4.000 tahun silam, bangsa Babilonia merayakan Festival Akitu, dengan membuat janji kepada para dewa sebagai bagian dari pergantian tahun dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Praktik serupa juga berlanjut di Romawi Kuno, ketika 1 Januari ditetapkan sebagai awal tahun baru untuk menghormati dewa Janus, simbol refleksi masa lalu dan perencanaan masa depan.

Melalui peringatan Hari Perencanaan Resolusi Nasional, masyarakat diajak untuk tidak sekedar membuat janji tahunan, melainkan menyusun rencana yang matang, realistis, dan berkelanjutan sebagai bekal menyambut tahun baru.

Hari Festival Keluarga Falling Needles

Ilustrasi menghias, pohon Natal. (Photo created by senivpetro on www.freepik.com)

Mengutip dari laman National Today, Hari ini, juga diperingati sebagai Hari Festival Keluarga Falling Needles. Sebuah momentum pengingat bagi keluarga untuk membersihkan pohon Natal dan mendaur ulangnya setelah perayaan berakhir.

Peringatan ini menyoroti pentingnya pengelolaan pohon Natal asli agar tidak menjadi limbah, tetapi kembali ke alam melalui proses daur ulang yang ramah lingkungan.

Hari Kesadaran ini digagas oleh Thomas dan Ruth Roy dari Wellcat Holidays dan tercatat dalam Chase’s Calendar of Events. Festival Keluarga Falling Needles bukanlah hari libur, melainkan ajakan reflektif untuk menurunkan dekorasi Natal dan bertanggung jawab akan lingkungan, terutama di tengah meningkatnya volume sampah selama musim liburan.

Sejak populer di Amerika pada awal abad ke-18, pohon Natal asli telah menjadi simbol perayaan Natal di rumah-rumah dan ruang publik. Selain memberikan suasana hangat dengan aroma alami pinus, pohon Natal hidup juga lebih ramah lingkungan dibandingkan pohon buatan karena dapat terurai secara alami. 

Melalui peringatan Falling Needles Family Fest, masyarakat diajak menjadikan penutupan musim Natal sebagai momen kebersamaan keluarga sekaligus wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya