Liputan6.com, Jakarta - Michael Saylor kembali menjadi sorotan di komunitas kripto. Unggahan terbarunya bertajuk “Back to Orange” memicu spekulasi baru terkait potensi pembelian Bitcoin oleh Strategy, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy.
Dalam unggahan tersebut, dikutip dari Crypto Front News, Senin (29/12/2025), Michael Saylor menampilkan grafik portofolio yang menyoroti pola akumulasi Bitcoin di masa lalu, termasuk klaster pembelian dan momen penting saat Strategy menambah kepemilikan BTC.
Advertisement
Meski tidak secara eksplisit menyebutkan rencana pembelian dalam waktu dekat, pasar menilai unggahan itu sebagai sinyal awal.
Investor pun mulai berspekulasi bahwa Strategy berpotensi kembali masuk ke pasar. Hal ini sejalan dengan pola sebelumnya, di mana unggahan bertema “Green Dots” kerap menjadi penanda langkah strategis perusahaan, bukan sekadar akumulasi Bitcoin biasa.
Menariknya, Strategy sempat menghentikan pembelian Bitcoin pekan lalu, tak lama setelah unggahan Green Dots muncul sehari sebelumnya. Dari rangkaian peristiwa ini, pasar menilai Strategy tetap berhati-hati dan terukur dalam mengakumulasi Bitcoin.
Langkah Michael Saylor juga dinilai bukan spekulatif atau acak. Pendekatan yang disiplin ini turut menjaga sentimen pasar tetap positif, meski tanpa pengumuman resmi terkait pembelian baru.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Prospek Harga Bitcoin Masih Terbatas
Di sisi lain, sentimen pasar terhadap pergerakan harga Bitcoin sepanjang 2025 cenderung moderat. Berdasarkan data pasar prediksi, peluang Bitcoin menembus level USD 100.000 hingga akhir tahun hanya sekitar 1%.
Saat ini, harga Bitcoin berada di kisaran USD 88.000 setelah mencatat kenaikan tipis pada sesi perdagangan terakhir. Analisis Polymarket menunjukkan peluang Bitcoin menyentuh USD 95.000 berada di sekitar 7%.
Analis kripto Ted Pillows menyoroti rasio Bitcoin terhadap stablecoin yang menunjukkan area dukungan kuat pada grafik bulanan. Pola ini selaras dengan kerangka jangka panjang, di mana penolakan di puncak harga sebelumnya kerap membentuk arah pergerakan berikutnya.
Menurutnya, masuknya Bitcoin ke zona permintaan utama dapat membuka peluang stabilisasi harga dalam waktu dekat.
Analisis Teknikal Jangka Pendek
Sementara itu, analis Lennaert Snyder membagikan pandangan teknikal jangka pendek. Ia menilai Bitcoin berpotensi mengalami kenaikan singkat di akhir pekan.
“Jika Bitcoin mengalami kenaikan pada hari Minggu, itu justru bisa memberikan peluang short yang menarik,” ujar Snyder.
Ia menyarankan pelaku pasar mencermati area USD 89.026 hingga USD 89.532 sebagai potensi pergerakan likuiditas. Sementara itu, peluang posisi beli (long) dapat muncul di sekitar level USD 85.050.
Namun, Snyder juga mengingatkan bahwa jika level support USD 84.430 ditembus, tekanan penurunan bisa berlanjut. Hal ini menegaskan pentingnya manajemen risiko di tengah pergerakan pasar yang masih fluktuatif.
Secara umum, grafik jangka pendek menunjukkan Bitcoin bergerak dalam rentang yang relatif stabil, dengan kenaikan kecil yang diselingi koreksi ringan. Para pelaku pasar pun cenderung bersikap hati-hati, menyeimbangkan optimisme dengan kewaspadaan.