Liputan6.com, Washington D.C - Tiga anggota sebuah keluarga tewas dalam kecelakaan lalu lintas setelah kendaraan yang mereka tumpangi ditabrak mobil yang melaju dari arah berlawanan di Texas, Amerika Serikat. Insiden tersebut terjadi saat keluarga itu dalam perjalanan pulang dari pesta perayaan Natal.
Kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat pada 20 Desember 2025 di wilayah Fort Bend County. Kendaraan yang ditumpangi empat anggota keluarga tersebut ditabrak dari depan oleh sebuah mobil yang masuk ke jalur berlawanan arah, demikian dilaporkan Mirror, Minggu (27/12/2025).
Advertisement
Korban tewas dalam peristiwa tersebut adalah Lizbeth Rodriguez Contreras (27), putrinya Camila Peña yang berusia lima tahun, serta ayah keluarga tersebut Diego Peña Jr. (26). Sementara itu, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun selamat dari kecelakaan, namun dilaporkan dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif.
Pihak berwenang menyatakan pengemudi mobil yang menabrak keluarga tersebut diduga berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian. Tersangka, Majesti Faith Lee (27), turut mengalami luka dan sempat dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya ditangkap polisi.
Lee kini menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk pembunuhan dan penyerangan terkait kecelakaan lalu lintas dalam kondisi mabuk. Polisi juga menetapkan uang jaminan sebesar USD 1,05 juta atau sekitar Rp17 miliar bagi tersangka.
Sheriff Fort Bend County, Eric Fagan, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan kembali bahaya mengemudi di bawah pengaruh alkohol.
“Tragedi ini menjadi pengingat menyakitkan betapa cepatnya kehidupan bisa berubah akibat keputusan yang salah saat berkendara,” kata Fagan.
Sementara itu, keluarga korban membuka halaman penggalangan dana di GoFundMe untuk membantu menutupi biaya medis anak laki-laki berusia tiga tahun yang selamat serta kebutuhan pemakaman korban.
Donasi untuk Anak yang Ditinggalkan
Dalam halaman GoFundMe, terdapat pernyataan yang menjelaskan bagaimana kehidupan anak yang ditinggalkan sendiri ini berubah.
"Dunia Lizbeth dan Diego berputar di sekitar anak-anak mereka, seperti yang terlihat karena keluarga muda mereka (ini) tak terpisahkan," tulisnya.
Keluarga ini juga hidup dengan keharmonisan dan saling mendukung satu sama lain. Ibunya bekerja sebagai guru kelas empat di Sekolah Dasar Metcalf, sementara Diego dikenal sebagai ayah yang penuh dedikasi dan bekerja keras untuk keluarga. Putri mereka, Camila, juga dikenang sebagai anak ceria dengan senyuman manisnya.
Hingga kini, penggalangan dana untuk anak laki-laki berusia tiga tahun tersebut hampir mencapai target sekitar satu miliar, yang menjadi bentuk dukungan dan solidaritas setelah ia kehilangan seluruh keluarganya di momen yang seharusnya berkumpul bersama di momen Natal.