Guru SD di China Sembunyikan Kabar Duka, Minta Murid Tulis Surat Perpisahan untuk Teman Sekelas

Apa alasan guru di China meminta muridnya menulis surat?

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 26 Desember 2025, 20:30 WIB
ilustrasi guru mengajar (created by AI)

Liputan6.com, Beijing - Seorang guru di China melakukan tindakan yang menyentuh hati untuk tetap menjaga perasaan murid-muridnya dari kenyataan pahit. Alih-alih memberitahu kabar bahwa salah satu teman mereka meninggal, guru ini mengajak murid-muridnya menulis surat perpisahan dengan alasan pindah sekolah karena sakit.

Kisah tersebut terjadi pada 11 Desember di sebuah sekolah dasar di Provinsi Anhui, ketika seorang guru mengumumkan di media sosial bahwa muridnya meninggal yang berada dalam pelukan ibunya dengan keluarga berada di sisinya. Sakit dari penyakitnya tidak diungkapkan, tetapi momen terakhirnya digambarkan penuh ketenangan dan tanpa rasa sakit, dilansir dari South China Morning Post (SCMP), Jumat (26/12/2025).

Kasih sayang dan hubungan pertemanan yang kuat, bahkan anak laki-laki tersebut dikenal sebagai seseorang yang ceria dan dicintai oleh teman-teman sekelasnya membuat guru ini menangis sepanjang hari setelah menerima kabar duka, hingga ia meminta mereka menulis surat perpisahan. Surat-surat yang tersimpan harapan, penuh cinta, dan perhatian untuknya.

Seorang murid menulis surat dengan isinya yang menyentuh.

"Kamu selalu menjawab pertanyaan di kelas dan bermain bersama kami setelahnya. Sejak kamu pindah, kami semua merindukan kamu. Kalau kamu kesepian atau sedih di sekolah barumu, bacalah surat ini. Kami akan selalu mengingatmu."

Selain itu, ada juga yang berharap jika pertemanan mereka tidak akan berubah karena telah memiliki teman-teman baru.

"Di mana sekolah barumu? Kemarin, ibu belikan kita semua teh buah dan kamu ketinggalan. Jangan berteman lebih baik dariku di sekolah barumu. Ayo bermain bersama di hari Minggu ini," tulisnya.

Empati Sang Guru

Ilustrasi murid, siswa, pelajar, di sekolah. (Image by master1305 on Freepik)

Dari beberapa surat yang diterima guru, beberapa dari murid-muridnya ada yang memberikan hadiah kecil, seperti penghapus berbentuk buah dan kartu permainan yang berharap guru mereka dapat memberikannya kepada anak laki-laki itu.

Semua surat dan hadiah dirapikan dan dimasukkan ke dalam sebuah kotak, yang disertai bunga kepada orang tua anak laki-lakinya yang telah meninggal.

Unggahan guru di media sosial terhadap kisahnya ini telah menyentuh banyak netizen dengan lebih dari 40 juta tayangan, banyak yang turut memberikan pujian untuk tindakan penuh kasih sang guru.

Seperti salah satu dari netizen memberi komentar yang menyoroti bagaimana guru tersebut menjaga perasaan murid-muridnya.

"Saya terharu hingga menangis. Kebohongan baik hati sang guru melindungi hati anak-anak dan surat-surat tulus mereka akan membawa sukacita bagi anak laki-laki di surga," tulisnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya