IHSG Merosot 0,83%, Ini 10 Saham Top Losers pada 22-24 Desember 2025

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025. Berikut 10 saham yang catat top losers sepekan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 25 Desember 2025, 10:00 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Perdagangan saham pekan ini hanya berlangsung selama tiga hari pada 22-24 Desember 2025. Selama sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan posisi 8.600. Di tengah koreksi IHSG, apa saja saham-saham yang masuk top losers?

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (25/12/2025), IHSG merosot 0,83% ke posisi 8.537,91. Pada pekan ini, IHSG berada di level teritnggi 8.667,73 dan level terendah 8.525,10.

Pada pekan lalu, IHSG ditutup di posisi 8.609,55. IHSG berada di level tertinggi 8.562,88 dan level terendah 8.730,70.

Selama sepekan ini, kapitalisasi pasar turun 1,17% menjadi Rp 15.602 triliun dari Rp 15.788 triliun pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 2,23% menjadi 2,74 juta kali transaksi dari 2,80 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Rata-rata volume transaksi anjlok 18,44% menjadi 38,34 miliar saham dari pekan lalu 47 miliar saham. Rata-rata nilai transaksi harian melemah 30,91% menjadi Rp 23,70 triliun dari pekan lalu Rp 34,30 triliun.

Namun, investor asing mencatat aksi beli saham yang signifikan sepanjang pekan ini. Aksi beli saham oleh investor asing mencapai Rp 4,03 triliun. Aksi beli saham oleh investor asing ini lebih besar dari pekan lalu Rp 3,27 triliun.

Di tengah koreksi IHSG, ada 10 saham yang catat koreksi terbesar atau top losers selama sepekan. Berikut 10 saham top losers sepekan dikutip dari data BEI:

1.PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) merosot 37,65% menjadi Rp 220 per saham dari pekan lalu Rp 354 per saham.

2.PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) merosot 27,78% menjadi Rp 338 per saham dari pekan lalu Rp 468 per saham.

3.PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) merosot 24,80% menjadi Rp 925 per saham dari pekan lalu Rp 1.230 per saham.

4.PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE) merosot 22,60% menjadi Rp 161 per saham dari pekan lalu Rp 208 per saham.

 

Top Losers Sepekan Lainnya

Petugas kebersihan bekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Transaksi bursa agak surut dengan nyaris 11 miliar saham diperdagangkan sebanyak lebih dari 939.000 kali. (Liputan6.com/Johan Tallo)

5.PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR) merosot 22,57% menjadi Rp 422 per saham dari pekan lalu Rp 545 per saham.

6.PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP) merosot 21,61% menjadi Rp 780 per saham dari pekan lalu Rp 995 per saham.

7.PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) merosot 21,09% menjadi Rp 202 per saham dari pekan lalu Rp 256 per saham.

8.PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) merosot 20,86% menjadi Rp 1.195 per saham dari pekan lalu Rp 1.510 per saham.

9.PT Golden Flower Tbk (POLU) merosot 20,86% menjadi Rp 1.195 per saham dari pekan lalu Rp 1.510 per saham.

10.PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) merosot 19,61% menjadi Rp 410 per saham dari pekan lalu Rp 510 per saham.

Kinerja IHSG Pekan Lalu

Karyawan melintasi layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan 15-19 Desember 2025. Pergerakan IHSG sepekan ini dinilai dipengaruhi kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the fed) dan Bank Indonesia (BI) soal suku bunga.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu, (20/12/2025), IHSG merosot 0,59% ke posisi 8.609,55. Pada pekan lalu, IHSG naik terbatas 0,32% ke posisi 8.660,49. Kapitalisasi pasar juga merosot 0,59% menjadi Rp 15.788 triliun dari pekan sebelumnya Rp 15.882 triliun.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menuturkan, pergerakan IHSG dipengaruhi prospek penurunan suku bunga the Fed pada 2026. "Prospek penurunan suku bunga tahun depan hanya satu kali. Namun, ada peluang the Fed menurunkan suku bunga bisa dua kali,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, Nafan menambahkan, Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga 4,75% seiring langkah BI yang pro stabilitas juga mempengaruhi IHSG. “BI cenderung pro stability ketimbang growth dengan menahan BI Rate membuat market kita relatif mengalami koreksi,” kata dia.

BEI juga mencatat rata-rata frekuensi transaksi harian merosot 12,59% menjadi 2,80 juta kali transaksi dari 3,20 juta kali transaksi pada pekan lalu. Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian bursa anjlok 20,80% menjadi 47 miliar saham dari 59,35 miliar saham pada pekan lalu. Investor asing membeli saham Rp 3,27 triliun selama sepekan. Aksi beli saham oleh investor asing ini lebih besar dari pekan lalu sebesar Rp 1,42 triliun. Seiring hal itu, sepanjang 2025, investor asing lepas saham Rp 22,39 triliun.

Adapun peningkatan tercatat pada rata-rata nilai transaksi harian BEI sebesar 13,23% menjadi Rp 34,29 triliun dari pekan lalu Rp 30,29 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya