Momen Hari Ibu 22 Desember, Menteri Wihaji Dukung Hak Perempuan Rencanakan Kehamilan

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Menteri Dukbangga/BKKBN) Wihaji menegaskan hak para ibu untuk memperoleh metode kontrasepsi melalui program KB yang tepat sesuai kebutuhan.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 24 Desember 2025, 14:13 WIB
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Menteri Dukbangga/BKKBN) Wihaji. (Tim Humas Kemendukbangga)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Menteri Dukbangga/BKKBN) Wihaji menegaskan hak para ibu untuk memperoleh metode kontrasepsi melalui program KB yang tepat sesuai kebutuhan.

Hal itu disampaikan pada kegiatan Berbagi Praktik Baik Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi dalam rangka Peringatan Hari Ibu Tahun 2025.

"Metode KB atau kontrasepsi merupakan pilihan untuk menata keluarga berencana. Ini sederhana tapi harus dikerjakan," ujar Wihaji seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (24/12/2025).

Dia menegaskan, mendapatkan metode kontrasepsi/KB adalah hak perempuan untuk merencanakan kelahiran secara lebih sehat dan aman. Hal ini sesuai amanat dalam Undang-Undang 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

"Penting program KB dalam rangka membangun stabilitas demografi. Melalui pengaturan jarak kehamilan lewat program KB, maka akan tercipta stabilitas demografi dengan indikator ekonomi, kesehatan mental, kesehatan reproduksi, keluarga berencana, dan sumber daya manusia yang semakin baik," ucap Wihaji.

Wihaji pun turut menyampaikan rencana kerja Kemendukbangga/BKKBN ke depan terkait keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, khususnya KB Pascapersalinan (KBPP), untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

"Prioritas pelayanan KB juga diimbau dapat dipastikan ke depannya, sehingga masyarakat yang belum terlayani bisa segera mendapatkan pelayanan KB," terang dia.

 

Pentingnya Program KB

Sahabat Fimela, jangan anggap remeh siklus haid yang tidak teratur. Kondisi ini bisa menjadi gejala PCOS yang memengaruhi kesehatan reproduksi wanita. Waspadailah 5 tandanya sejak dini. [Dok/freepik.com/prostooleh]

Senada dengan itu, Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Kemendukbangga/BKKBN Wahidin menambahkan, program KB juga berperan penting dalam mencegah ibu dari kehamilan yang tidak diinginkan.

"Kehamilan dengan istilah 4 Terlalu alias terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak, berkontribusi pada pencegahan dan penurunan stunting," dia menandasi.

Sebagai informasi, pada kegiatan Berbagi Praktik Baik Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi dalam rangka Peringatan Hari Ibu Tahun 2025 yang diselenggarakan online dan offline itu, turut diberikan Apresiasi Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Tahun 2025.

Yaitu Apresiasi Sinergi Inovasi Komitmen KB Pascapersalinan (ASIK KBPP), Role Model Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) dan Klinik Swasta, serta Kelompok KB Pria. Selain itu, ada juga talkshow dengan beberapa narasumber yang berbagi praktik baik terkait KB Pascapersalinan.

Infografis Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia. (Liputan6.com/Trieyasni)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya