Arsenal vs Crystal Palace: Arteta Tersenyum Tapi Belum Puas

Mikel Arteta memuji performa Arsenal saat menyingkirkan Crystal Palace, namun tetap mengkritik penyelesaian akhir timnya.

oleh Dimas Ardi PrasetyaDiterbitkan 24 Desember 2025, 09:40 WIB
Selebrasi skuad Arsenal dalam laga Carabao Cup versus Crystal Palace, Rabu (24/12/2025). (c) AP Photo/Kin Cheung

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal memastikan satu tempat di semifinal EFL Cup setelah melewati laga penuh drama kontra Crystal Palace di Emirates Stadium, Rabu (24/12/2025). Duel perempat final ini berakhir imbang 1-1 hingga waktu normal, sebelum The Gunners menang 8-7 lewat adu penalti.

Pertandingan sejatinya bisa selesai lebih cepat jika Arsenal mampu memaksimalkan peluang di babak pertama. Dominasi permainan tidak langsung berbuah gol karena rapatnya pertahanan Palace dan aksi gemilang kiper Walter Beníiez.

Gol pembuka Arsenal baru tercipta 10 menit jelang laga usai lewat situasi bola mati yang berujung gol bunuh diri Maxence Lacroix. Namun, keunggulan itu sirna setelah Palace mencetak gol penyama kedudukan di masa injury time.

Gol balasan tersebut membuat laga harus ditentukan melalui adu penalti panjang. Arsenal akhirnya lolos, tetapi ekspresi Mikel Arteta mencerminkan perasaan campur aduk usai pertandingan.


Rotasi Berjalan, Arteta Puji Intensitas Arsenal

Aksi Gabriel Jesus dalam laga Carabao Cup antara Arsenal vs Crystal Palace, Rabu (24/12/2025). (AP Photo/Kin Cheung)

Mikel Arteta mengapresiasi performa Arsenal yang tetap tampil agresif meski melakukan banyak perubahan susunan pemain. Menurutnya, tim menunjukkan energi dan kualitas yang sesuai dengan tuntutan laga gugur.

Arsenal tampil dominan sejak awal dengan menciptakan sejumlah peluang bersih. Tekanan konstan membuat Crystal Palace lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik.

Arteta menilai lawan bermain sangat terorganisir dan sulit ditembus. Hal itu membuatnya semakin puas dengan cara timnya membangun serangan dan menjaga intensitas sepanjang laga.

"Mengingat jumlah perubahan yang kami lakukan, energi dan kualitas yang kami tunjukkan melawan tim yang terorganisir dengan baik yang jarang memberikan peluang, kami menghasilkan banyak hal," katanya, seperti dikutip dari ESPN.


Finishing Jadi Catatan, Arteta Tak Menutupi Kekurangan Arsenal

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta mengisntruksikan pemainnya saat bertanding melawan Tottenham Hotspur pada pertandingan lanjutan Liga Inggris di Stadion Tottenham Hotspur di London, Inggris, Minggu (15/1/2023). Hasil ini membuat Arsenal makin kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 47 angka dari 18 laga. (AP Photo/Frank Augstein)

Di balik kelolosan Arsenal, Arteta tetap menyoroti masalah klasik yang kembali muncul, yakni penyelesaian akhir. Banyak peluang tercipta, namun tidak cukup yang berbuah gol di waktu normal.

Kiper Palace, Walter Benítez, beberapa kali menggagalkan peluang emas Arsenal. Situasi ini membuat pertandingan tetap terbuka hingga detik-detik terakhir.

Arteta menilai Arsenal seharusnya bisa mengunci kemenangan lebih awal tanpa harus melewati adu penalti. Margin tipis seperti ini, menurutnya, sangat berisiko dalam perebutan trofi.

"Seharusnya selisihnya lebih besar, seharusnya tiga atau empat gol, dan kemudian Anda tidak perlu khawatir tentang apa yang terjadi di menit terakhir," kata Arteta."Selisihnya sangat kecil ketika Anda ingin memenangkan trofi dan kita harus memperhatikan setiap detail untuk mencapainya."

(ESPN)


Klasemen Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya