Polisi Swedia Tangkap Anak 12 Tahun Terkait Penembakan Mematikan di Malmo

Bagaimana seorang bocah 12 tahun bisa terlibat menjadi pembunuhan berbayar?

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 23 Desember 2025, 20:30 WIB
Ilustrasi eksploitasi anak. Michal/Pixabay.

Liputan6.com, Stockholm - Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun di Swedia ditangkap oleh polisi setelah menembak dan membunuh seorang pria berusia 21 tahun di kota Malmö yang sedang berkumpul bersama teman-temannya.

Penangkapan pelaku terjadi pada hari Selasa, 16 Desember  2025, setelah adanya laporan tentang penembakan. Saat itu, ia melarikan diri dari rumah neneknya di kota lain—tempat tinggalnya sejak usia tujuh tahun dan diyakini terlibat dengan komunitas yang penuh dengan kekerasan, seperti laporan surat kabar Swedia yang dilansir dari Oddity Central, Selasa (23/12/2025).

Anak yang tidak disebutkan namanya dilaporkan mendapatkan bayaran 250.000 krona Swedia atau sekitar Rp453 juta dari pihak yang hingga kini belum diketahui. 

Ia bahkan memiliki julukan sebagai "pembunuh cilik” oleh media Swedia, namun aksinya ini masih dalam penyelidikan polisi untuk mengungkap seseorang yang memberikan pekerjaan tersebut dan motif dibaliknya.

Target Kejahatan Dilakukan Anak Muda

Kasus yang menimpa anak muda ini bukan hanya dilakukan seorang diri, banyak anak-anak Swedia berusia 12 tahun telah dicurigai melakukan kejahatan lainnya, seperti peledakan, menanam granat tangan, dan melakukan tugas untuk kelompok kriminal.

Rasem Chebil, petugas yang bertanggung jawab atas penyelidikan di kepolisian Malmö, mengatakan wartawan bahwa pihaknya menyoroti kasus ini banyak terjadi pada usia muda. 

"Kita melihat bahwa usia pelaku masih muda. Kita pernah memiliki beberapa pelaku yang sangat muda, terutama dalam aksi dengan granat tangan," ucapnya.

"Lalu, kita berpikir bagaimana hal itu bisa menjadi seperti ini, dan bagaimana kita dapat menghentikan perkembangan ini," tambahnya.

 

 

Anak di Bawah Umur Jadi Alat Kejahatan

Ilustrasi penjara (pixabay)

 

 

Menurut pihak berwenang, korban yang ditembak bukanlah target utama dalam misi pembunuhannya. Sasaran sebenarnya diyakini adalah penumpang lain meski berada di dalam mobil yang sama. Selain itu, adanya dugaan dari tindakan kejahatan ini bukan pekerjaan pembunuhan pertama.

Jumlah dari pelaku yang memiliki riwayat kejahatan serupa masih banyak ditemui di wilayah tersebut akibat pelaku kejahatan sebagian besar dilakukan dari pejabat profesional yang merayu korban melalui media sosial.

Kemudian, mereka yang terpilih akan melakukan kejahatan serius dan tidak peduli dengan peraturan di Swedia karena anak-anak di bawah usia 15 tahun tidak dapat dipenjara.

Meski begitu, kasus ini dapat menyebabkan kejadian yang fatal sehingga jaksa memutuskan untuk memberikan proses pidana terhadap anak di bawah umur yang terlibat dalam kasus kejahatan tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya