Liputan6.com, Jakarta - Samsung dikabarkan akan mengambil pendekatan berbeda pada sebagian smartphone flagship mereka, yakni Galaxy S26 series. Kabarnya, varian Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus tidak akan menggunakan chipset Snapdragon.
Aliha-alih, perusahaan berasal dari Korea Selatan itu akan menggunakan chipset Exynos 2600. Mengutip laporan The Elec via Android Authority, Jumat (26/12/2025), Exynos 2600 harid tanpa modem terintegrasi di dalam prosesor utama.
Advertisement
Karena itu, Samsung memasang modem eksternal Exynos 5410 ke dua ponsel Galaxy S26 dan Galaxy S26 Plus tersebut. Pendekatan ini sangat berbeda dari tren industri dalam beberapa tahun terakhir.
Di saat produsen chipset berlomba-lomba menyatukan modem ke SoC demi efisiensi daya dan desain lebih ringkas, Samsung memilih untuk memisahkan modem dari chipset utama.
Keputusan ini dikonfirmasi langsung oleh pihak Samsung Semiconductor kepada Android Authority, dengan memastikan Exynos 2600 memang menggunakan modem eksternal. Langkah ini langsung mengundang banyak pertanyaan dari berbagai pihak.
Karena, modem eksternal membutuhkan konsumsi daya lebih besar karena komunikasi antar chip berjalan terpisah. Dampaknya bisa terasa paa efisiensi baterai dan manajemen panas, dua aspek sangat penting di HP flagship.
Sebelumnya, Samsung telah mengadopsi modem terintegrasi pada Exynos 2500 yang digunakan di Galaxy Z Flip 7, serta Exynos 2200 yang hadir di beberapa varian Galaxy S22.
Pertanyaan kini mengarah ke strategi Samsung, di mana Exynos 2600 diproduksi dengan fabrikasi 2nm Gate-All-Around, menjanjikan lonjakan performa dan efisiensi. Akan tetapi, keputusah memisahkan modem bisa membuat baterai ponsel cepat habis.
Exynos 2600: Chip 2nm dengan Fokus Efisiensi dan Biaya Produksi
Meski demikian, Exynos 2600 juga menawarkan keunggulan signifikan. Chipset ini diklaim sebagai prosesor smartphone pertama yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi 2 nanometer. Teknologi fabrikasi yang lebih kecil ini berpotensi meningkatkan efisiensi daya secara keseluruhan dan menekan dampak konsumsi daya dari modem eksternal.
Efisiensi juga akan sangat bergantung pada proses manufaktur modem yang digunakan. Jika modem eksternal Exynos 5410 dibuat dengan teknologi fabrikasi yang lebih kecil, konsumsi daya tambahan bisa diminimalkan.
Selain faktor efisiensi, keputusan menggunakan modem terpisah diduga berkaitan dengan aspek desain dan biaya produksi. Chip yang lebih besar umumnya lebih mahal untuk diproduksi. Dengan memisahkan modem, Samsung berpotensi menekan biaya tanpa mengorbankan fitur utama.
Di luar isu modem, Exynos 2600 tetap membawa spesifikasi kelas atas. Chipset ini dibekali CPU 10-core dengan kombinasi inti besar dan menengah, GPU AMD terbaru dengan teknologi neural super-sampling, NPU berperforma tinggi, serta Heat Path Block yang dirancang untuk meningkatkan sistem pendinginan.
Exynos 2600 Diumumkan, Samsung Siapkan Chipset 2nm Pertama di Dunia
Sebelumnya, Samsung Electronics resmi memperkenalkan Exynos 2600, chipset flagship terbarunya diproyeksikan menjadi dapur pacu sebagian lini Galaxy S26. Chip ini mencatat sejarah sebagai chipset smartphone pertama di dunia yang diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer (nm) Gate-All-Around (GAA).
Dikutip dari Android Authority, Selasa (24/12/2025), perusahaan menegaskan proses 2nm membawa peningkatan signifikan pada kinerja, efisiensi daya, serta pengelolaan suhu.
Fokus ini terasa penting, mengingat performa termal Exynos generasi sebelumnya kerap menjadi bahan perbandingan dengan chipset dari Qualcomm, MediaTek, hingga Apple.
Desain CPU Berubah, Fokus pada Performa dan Efisiensi
Exynos 2600 mengusung CPU 10-core berbasis arsitektur Arm v9.3. Berbeda dari generasi sebelumnya, Samsung kini menghilangkan core berdaya rendah konvensional dan mengandalkan kombinasi core utama serta core menengah berperforma tinggi.
Konfigurasinya terdiri dari:
- 1 core utama C1-Ultra dengan kecepatan hingga 3,8 GHz
- 3 core performa tinggi C1-Pro berkecepatan 3,25 GHz
- 6 core C1-Pro yang dioptimalkan untuk efisiensi di 2,75 GHz
Samsung mengklaim arsitektur baru ini mampu meningkatkan performa CPU hingga 39 persen dibandingkan Exynos 2500. Dukungan instruksi ARM SME2 juga disebut mampu meningkatkan pemrosesan machine learning di perangkat sekaligus memangkas latensi pada fitur berbasis kecerdasan buatan.
GPU Lebih Bertenaga untuk Game dan Visual
Di sektor grafis, Exynos 2600 dibekali GPU Xclipse 960. Samsung mengklaim kemampuan komputasi GPU ini meningkat hingga dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya, dengan performa ray tracing yang diklaim lebih baik hingga 50 persen.
Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu turut memperkenalkan teknologi Exynos Neural Super Sampling (ENSS). Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melakukan upscaling dan frame generation, sehingga menghadirkan pengalaman bermain game yang lebih mulus tanpa mengorbankan efisiensi daya.
AI Lebih Kuat dan Perlindungan Data Lebih Baik
Kemampuan AI menjadi salah satu fokus utama pada Exynos 2600. Neural Processing Unit (NPU) terbaru di dalamnya diklaim mampu meningkatkan performa AI hingga 113 persen dibandingkan chipset Exynos flagship generasi sebelumnya.
Peningkatan ini memungkinkan pemrosesan model AI generatif yang lebih kompleks langsung di perangkat. Samsung juga menekankan bahwa desain chip ini ditujukan untuk memperkuat keamanan data dan menjaga privasi pengguna dari potensi ancaman di masa mendatang.
Dukungan Kamera Resolusi Tinggi dan Video 8K
Pada sisi kamera, Exynos 2600 mendukung sensor hingga 320 megapiksel serta fitur zero shutter lag untuk pengambilan foto 108 MP. Untuk perekaman video, chipset ini mampu merekam 8K pada 30 fps serta 4K hingga 120 fps dengan HDR, termasuk dukungan codec Samsung APV untuk kualitas video lebih tinggi..
Samsung juga menyematkan sistem Visual Perception yang mampu mendeteksi detail kecil secara real-time, seperti kedipan mata. Selain itu, teknologi Deep Learning Video Noise Reduction diklaim dapat meningkatkan kualitas video dalam kondisi cahaya rendah. Prosesor sinyal gambar (ISP) terbaru ini juga disebut lebih hemat daya hingga 50 persen.