Operasi Usus Buntu, Perlukah Gunakan Robot da Vinci Xi?

Operasi usus buntu lebih baik laparoskopi atau gunakan robot da Vinci Xi, simak penjelasan dokter.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 22 Desember 2025, 20:18 WIB
Dokter spesialis bedah - subspesialis bedah digestif, Handy Wing dari RS EMC Alam Sutera usai menjadi pembicara dalam Healthy Monday bersama Liputan6.com di Jakarta, Senin (22/12/2025).

Liputan6.com, Jakarta - Teknologi da Vinci Xi dinilai sebagai robot bedah paling mutakhir yang amat canggih. Dengan sayatan 8 mm, robot ini bisa mengatasi masalah kesehatan yang kompleks.

Lantas, apakah penyakit usus buntu yang dinilai tak begitu kompleks dapat pula ditangani dengan da Vinci Xi?

“Kalau kasus seperti usus buntu, mungkin termasuk kasus yang tergolong ringan. Kalau tidak terjadi komplikasi, usus buntunya tidak sampai pecah, mungkin enggak beda jauh antara laparoskopi sama robotik, karena sama-sama lukanya kecil,” kata dokter spesialis bedah - subspesialis bedah digestif, Handy Wing dari RS EMC Alam Sutera usai menjadi pembicara dalam Healthy Monday bersama Liputan6.com di Jakarta, Senin (22/12/2025).

“Tapi kalau dibandingkan dengan dibelek, sayatan lebar, mungkin lebih enak laparoskopi atau robotik. Tapi, karena laparoskopi lebih murah, mungkin laparoskopi saja cukup.”

Selama usus buntu dapat ditangani dengan laparoskopi, maka dokter akan menawarkan laparoskopi. Ini adalah tindakan yang dilakukan untuk memeriksa dan menangani masalah di perut dan panggul. Menggunakan kamera, laparoskopi bisa melihat bagian bermasalah di dalam perut.

“Tapi kalau misalnya dia (pasien) kanker atau usus buntunya sampai pecah, bernanah, infeksi, tumpah ke seluruh perut, robot lebih baik. Kalau tingkat kasusnya lebih tinggi, maka robot lebih superior dibanding laparoskopi. Kalau kasus-kasus biasa, robot dengan laparoskopi seimbang (kemampuannya).”

 

Robot da Vinci Xi untuk Kasus Kompleks

Dengan kata lain, Handy menyampaikan bahwa da Vinci Xi lebih banyak digunakan untuk operasi yang kompleks dan kerumitannya tinggi.

“Contohnya pada kasus-kasus kanker terutama di daerah kolorektal (usus besar), lambung, kerongkongan, dan bisa digunakan pada kasus masalah hati dan pankreas. Bisa juga pada kasus hernia dan operasi bariatrik untuk mengatasi obesitas.”

Ada beberapa kelebihan yang bisa didapat pasien jika melakukan operasi bariatrik dengan da Vinci Xi. Yakni rasa sakit lebih minim lantaran sayatan jauh lebih kecil, hanya 8 mm. Pemulihannya pun lebih cepat dan tidak memicu perdarahan hingga butuh transfusi.

“Kemudian, kalau lukanya kecil, risiko infeksi juga kecil. Karena, perut enggak dibuka-buka, risiko kuman untuk masuk lebih kecil,” jelasnya.

 

Kelebihan Operasi dengan da Vinci Xi

Secara rinci, Handy menerangkan kelebihan-kelebihan jika operasi dilakukan dengan da Vinci Xi, yakni:

  • Sayatan kecil 8 mm
  • Pemulihan cepat
  • Waktu tinggal di rumah sakit lebih singkat
  • Bekas operasi, keloid tidak terlalu jelas
  • Risiko komplikasi lebih kecil
  • Fungsi organ tidak terganggu.

Dengan berbagai kelebihan ini, apakah operasi dengan da Vinci Xi jadi lebih mahal?

“Itu masih ditentukan oleh rumah sakit, karena memang untuk harganya lebih mahal kalau dibandingkan dengan operasi laparoskopi biasa. Harganya bisa sampai 2 kali lipat. Makanya, dengan mempertimbangkan harga ini, enggak semua pasien harus operasi robot.”

“Tapi untuk pasien yang operasinya kompleks, operasinya rumit, butuh ketelitian tinggi, kesulitannya tinggi, robot ini bisa jadi solusi,” jelasnya.

 

Apa Bisa Tangani Kasus Bayi?

Untuk kasus bayi, Handy tidak bisa berkomentar banyak lantaran bidangnya adalah bedah digestif, bukan bedah anak.

“Saya bidangnya bedah digestif jadi saya enggak tahu kalau untuk kasus bayi tapi karena organ bayi itu lebih kecil, bentuknya juga kecil dan robot ini cukup panjang, jadi mungkin tidak khusus untuk pasien bayi.”

“Jadi lebih dikhususkan untuk pasien dewasa,” ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya