Bantuan Logistik Terus Disalurkan ke Korban Bencana Sumatra

Bantuan kemanusiaan untuk korban bencana Sumatra terus mengalir.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 22 Desember 2025, 12:00 WIB
Pemandangan udara menunjukkan sisa-sisa pepohonan yang tumbang di pesantren dan masjid Darul Mukhlisin setelah banjir bandang di Aceh Tamiang pada 10 Desember 2025. (Aditya Aji/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Bantuan kemanusiaan untuk korban bencana Sumatra terus mengalir. Kali ini datang dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar yang menyalurkan bantuan untuk penyintas banjir yang belokasi di Desa Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Kab. Aceh Tamiang (22/12).

Aksi kemanusiaan yang bekerja sama dengan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Haraki ini mencakup distribusi bantuan logistik serta layanan dapur umum berupa 75 paket sembako dan air mineral, 230 paket makanan siap saji ke desa-desa terdampak dan lokasi pengungsian.

Kabag Hubungan Kelembagaan dan Sosial Kemasyarakatan SIT Al Haraki Dewi Hartati menyampaikan harapannya agar bantuan yang dihimpun ini bisa bermanfaat luas bagi para penyintas.

“Dengan penuh empati dan solidaritas, kami menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana banjir bandang di Aceh. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kami yang terdampak. Kami berdoa agar Aceh segera pulih dan kembali bangkit," ujarnya dalam keterangan diterima, Senin (22/12).

Direktur LAZ Al Azhar Iwan Rahmat mengatakan apresiasinya kepada keluarga besar SIT Al Haraki yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap penderitaan warga Sumatra.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada SIT Al Haraki. Bantuan ini sangat meringankan penderitaan warga khususnya di Aceh Tamiang," tuturnya.

 

Pemulihan Pascabencana

Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al Azhar yang menyalurkan bantuan untuk penyintas banjir yang belokasi di Desa Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Kab. Aceh Tamiang (22/12) (Istimewa)

Lanjut Iwan, aksi yang dilakukan oleh tim Al Azhar Tanggap Bencana akan terus berlanjut.

Setelah kebutuhan dasar penyintas terpenuhi, program akan dilanjutkan dengan recovery atau pemulihan pascabencana, seperti recovery fisik dengan membangun huntara, MCK darurat, musala darurat, hingga pemulihan ekonomi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya