22 Desember 1956: Hari Kelahiran Colo, Gorila Prematur Pertama di Kebun Binatang AS

Gorila pertama dan tertua yang pernah lahir di Colombus Zoo and Aquarium ini membuktikan bahwa penangkaran dan pemeliharaan satwa dapat berhasil.

oleh Fanny MarizkaDiterbitkan 22 Desember 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi gorila (pexels)

Liputan6.com, Washington D.C - Kebun binatang yang berlokasi di Ohio, Amerika Serikat, yaitu Colombus Zoo and Aquarium, menjadi tempat kelahiran gorila betina bernama Colo pada 22 Desember 1956. Ia mulai dirawat oleh penjaga kebun binatang karena kondisinya yang lemah dan menderita pneumonia.

Saat kelahirannya, bayi gorila ini langsung dipisahkan dari ibunya, Millie Christina, yang dikhawatirkan dapat menyakitinya. Nama Colo sendiri merupakan singkatan dari Colombus yang bahkan sering kali dipanggil "Cuddles" pada masa-masa awalnya memilih nama, dilansir dari UPI, Selasa (22/12/2025).

Kondisinya yang sedang berjuang melawan pneumonia membuat dokter hewan memperkirakan bahwa ia akan segera meninggal. Pada usia enam tahun, ia justru menunjukkan tubuhnya yang sehat dan dapat bertahan hidup. Spesies gorila dataran rendah barat ini juga dianggap sebagai salah satu hewan yang terancam punah, akibat populasi di alam liar yang terus menurun karena perburuan liar dan perusakan habitat.

Dari laporan media The Daily Dover mencatat bahwa mahasiswa hewan dari Ohio State University, Deane Thomas, adalah orang yang menemukan Colo di lantai penangkaran ketika ibunya melahirkan. Ia juga memotong tali pusar dan memberikan napas buatan, seperti yang dikutip dari laman Ohio Magazine.

Kepala kebun binatang, Earle F. Davis, melihat ibunya ketakutan saat melahirkan Colo, sehingga perawatan dilanjutkan di inkubator. Seiring waktu, tubuhnya terlihat kuat, dan tetap tinggal dengan pengawasan dari para penjaganya.

Asisten kurator Ekspedisi Kongo, Audra Meinelt, yang berada di kebun binatang tersebut juga merasa bahagia setelah melihat kesehatan Colo.

"Dia tampaknya tidak memiliki masalah sama sekali dengan mata atau telinganya. Meski sebagian besar, dia menderita radang sendi di tangan dan kakinya," ucapnya.

Kematian Colo di Usia 61 Tahun

Bendera Amerika Serikat (AP PHOTO)

Colo sendiri telah menjadi gorila paling tua yang pernah tercatat. Dilansir dari BBC, ia meninggal di usia 61 tahun dalam tidurnya di Colombus Zoo and Aquarium pada 17 Januari 2017, kurang dari sebulan setelah merayakan ulang tahun.

Operasi pengangkatan penyakitnya, yaitu tumor ganas, masih belum ditentukan apakah penyebab kematiannya dari komplikasi penyakit tersebut atau ada faktor lain karena kondisinya setelah operasi ini dinyatakan pulih.

Selama masa hidupnya, Colo bahkan telah memiliki keluarga besar yang memberikan keturunan untuk spesiesnya. Hal ini pun membuktikan bahwa kelahiran hewan di kebun binatang yang ada di Amerika Serikat ini menjadi salah satu hal yang memungkinkan untuk perkembangbiakannya.

Ia memiliki tiga anak, 16 cucu, 12 cicit, dan tiga canggah, dengan total 34 keturunan yang dijaga oleh Colombus Zoo and Aquarium, lalu dipindahkan di berbagai kebun binatang di wilayah lainnya untuk melestarikan genetiknya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya