Curtis Jones Ungkap Permintaan Maaf Mohamed Salah kepada Skuad Liverpool

Curtis Jones mengungkapkan Mohamed Salah telah meminta maaf kepada rekan setim Liverpool. Jones menegaskan ruang ganti The Reds tetap solid dan fokus meraih kem

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 20 Desember 2025, 23:43 WIB
Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, menyapa penggemar di Anfield usai laga antara Liverpool melawan Brighton and Hove Albion pada lanjutan Premier League 2025/2026, Sabtu (13/12/2025) malam WIB. (Paul ELLIS / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Curtis Jones mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di balik polemik Mohamed Salah bersama Liverpool. Gelandang muda The Reds itu memastikan bahwa Salah telah menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rekan setimnya.

Isu ini mencuat setelah Salah melontarkan pernyataan emosional usai hasil imbang melawan Leeds United. Wawancara tersebut membuat posisinya di skuad Arne Slot sempat dipertanyakan.

Keputusan Slot mencoret Salah dari daftar pemain menambah spekulasi publik. Banyak pihak menilai hubungan antara pemain bintang dan klub sedang berada di titik sensitif.

Namun Jones menegaskan bahwa situasi internal tim jauh lebih kondusif dibandingkan yang terlihat dari luar. Liverpool memilih menyelesaikan masalah secara internal tanpa memperbesar polemik.


Permintaan Maaf Salah kepada Rekan Setim

Mohamed Salah berhasil mencatatkan rekor baru sekaligus memperbaiki catatan Liverpool di Liga Inggris saat bersua Aston Villa pada Minggu (02/11/2025) malam WIB. (AP Photo/Jon Super)

Curtis Jones menjelaskan bahwa Salah tidak membiarkan situasi berkembang tanpa klarifikasi. Ia memilih menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada para pemain Liverpool.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keharmonisan tim. Salah ingin memastikan tidak ada pihak yang merasa terganggu dengan pernyataannya.

"Mo adalah dirinya sendiri dan dia bisa mengatakan apa yang ingin dia katakan," ujar Jones kepada Sky Sports.

"Dia meminta maaf kepada kami dan mengatakan jika ucapannya memengaruhi siapa pun atau membuat tidak nyaman, dia meminta maaf.

"Itulah sosok dirinya yang sebenarnya," jelas Jones.


Sikap Salah di Ruang Ganti

Penyerang Liverpool asal Mesir #11, Mohamed Salah, berlari membawa bola dalam pertandingan Premier League antara Chelsea dan Liverpool di Stamford Bridge, London, pada 4 Oktober 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Setelah insiden tersebut, Salah disebut tetap menunjukkan sikap positif. Tidak ada perubahan perilaku yang memengaruhi dinamika tim.

Jones menilai suasana ruang ganti tetap berjalan normal. Hubungan antarpemain tidak mengalami gangguan.

"Dia tetap positif dan masih menjadi Mo yang sama. Dia tersenyum lebar dan semua orang juga bersikap sama kepadanya," ungkap Jones.

"Saya hanya bisa berbicara dari pengalaman saya mengenal Mo dan bagaimana sikapnya kepada kami," kata Jones.


Ambisi Besar Jadi Pemicu Emosi

Pelatih Liverpool asal Belanda, Arne Slot (kiri), memeluk striker Liverpool asal Mesir bernomor punggung 11, Mohamed Salah, setelah pertandingan sepak bola Liga Champions UEFA antara Liverpool dan Real Madrid di Anfield, Liverpool, barat laut Inggris, pada 27 November 2024. Liverpool memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. (Oli SCARFF/AFP)

Jones menilai reaksi Salah lahir dari ambisi untuk selalu berkontribusi. Keinginan kuat untuk menang menjadi faktor utama.

Menurutnya, ketidakpuasan karena tidak bermain berbeda dengan sikap acuh terhadap tim. Ia melihat hal itu sebagai bagian dari mentalitas kompetitif.

"Itu bagian dari keinginan untuk menjadi pemenang dan saya rasa dia bukan yang terakhir. Yang lebih menjadi masalah adalah jika ada pemain yang santai di bangku cadangan dan tidak ingin membantu tim," ucap Jones.

"Kemarahan yang pernah muncul, termasuk dari saya sendiri, selalu berasal dari niat yang baik. Kami sudah melewati itu dan sekarang semakin menyatu sebagai tim," kata Jones.

Sumber: ESPN


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya