Pamungkas Ubah Susunan Lagu Saat Manggung di Soundrenaline 2025 Jakarta, Ini Alasannya

Pamungkas tampil di Soundrenaline 2025 dengan perubahan susunan lagu dan refleksi perjalanan musiknya.

oleh Aisyah Ichsani MaulidaDiterbitkan 20 Desember 2025, 21:00 WIB
Penampilan berbeda dibawakan oleh Pamungkas di Soundrenaline Sana Sini Jakarta 2025 di Bengkel Space, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2025). (Aisyah Ichsani Maulida/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pamungkas manggung di Soundrenaline 2025 dengan pendekatan berbeda. Tampil pada Jumat (19/12/2025), di Istora District, Bengkel Space, SCBD Jakarta, menjadikannya sorotan utama karena menghadirkan susunan lagu tak biasa dan sisi yang lebih mendalam dari perjalanan musiknya.

Dalam Soundrenaline 2025 yang berperan sebagai ruang kolaborasi bagi ekosistem musik nasional, penampilan Pamungkas jadi bagian penting dinamika tersebut. Acara ini dibuat bukan hanya sebagai pertunjukan, tapi juga tempat bagi musisi dari berbagai generasi dan genre untuk berbagi ide maupun proses kreatif mereka kepada publik.

Pada penampilannya kali ini, Pamungkas melakukan perubahan besar pada susunan lagu yang dibawakan. Ia menempatkan lagu baru di awal penampilan sebagai bentuk eksperimen sekaligus uji rasa untuk konsep panggung ke depan. Pamungkas tak mau sepenuhnya bergantung pada lagu-lagu lama yang telah dikenal banyak orang.

“Gue ubah repertoire. Lagu baru di depan karena gue pengin tahu rasanya dan ternyata enak juga,” ujar Pamungkas saat diwawancarai Showbiz Liputan6.com di Bengkel Space, Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Meski menghadirkan lagu-lagu baru, Pamungkas mengakui sederet hit dari album lama seperti “To The Bone” dan “One Only” masih menjadi daya tarik utama di setiap penampilannya.

Lagu-lagu tersebut masih menghubungkan Pamungkas dengan pendengar lintas generasi dan memberi banyak kesempatan untuk tampil di berbagai panggung.

 


Lagu Lama, Panggung, dan Sikap terhadap Popularitas

Wawancara bersama Pamungkas di Bengkel Space, Jakarta Selatan, Jumat (19/12/2025). (Aisyah Ichsani Maulida/Liputan6.com)

“Di tahun ke-8 berkarier, lagu-lagu di album awal masih sering didengar dan itu sebuah keberuntungan. Lagu ini juga membawa gue dari panggung ke panggung” ungkapnya.

Pamungkas juga menegaskan tidak menempatkan popularitas sebagai tujuan utama, tapi konsistensi dalam menulis dan merilis lagu sebagai fondasi utama dalam bermusik.


Bahasa Indonesia dan Proses Tumbuh Seorang Songwriter

Dalam beberapa tahun terakhir, Pamungkas lebih sering merilis lagu berbahasa Indonesia dan mendapat respons positif dari pendengar. Lagu seperti “Monolog” membuktikan lirik dengan pendekatan yang lebih personal dapat diterima secara luas, meski proses kreatifnya butuh waktu cukup lama.

“Gue tumbuh dengan kebiasaan menulis dan nyanyi bahasa Inggris, jadi menulis lagu bahasa Indonesia itu butuh waktu. Dua sampai tiga tahun terakhir gue banyak belajar,” ujar Pamungkas.


Album 2026 dan Harapan untuk Industri Musik

Menatap ke depan, Pamungkas memastikan rencana perilisan album baru pada 2026. Perilisan ini sempat tertunda akibat perpindahan kerja sama distribusi dan pengelolaan rekaman.

“Album baru insyaallah rilis 2026. Tadinya album-albumnya mau tahun ini, terus kata mereka jangan dulu ya, gue kayak oh ya sudah,” ujarnya.

Pamungkas juga berharap agar industri musik Indonesia bisa lebih tertata dan kolaboratif, sehingga semua orang yang terlibat baik di depan maupun belakang layar bisa berkembang bersama tanpa gesekan yang berlebihan.

Infografis: 14 Layanan Publik Komersial Yang Wajib Bayar Royalti Lagu (Liputan6.com / Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya