Liputan6.com, Jakarta - Aset kripto terbesar kedua, Ethereum (ETH), terpantau kembali menguji zona dukungan (support) on-chain yang sangat kritis. Hal ini terlihat dari grafik yang membandingkan harga pasar ETH dengan harga realisasi (realized price) pada alamat-alamat akumulasi.
Metrik ini memberikan gambaran mendalam mengenai di mana para pemegang aset jangka panjang membangun posisi mereka, serta bagaimana pergerakan harga saat kembali mengunjungi level-level tersebut.
Advertisement
Dikutip dari coinmarketcap, Sabtu (20/12/2025), grafik yang dibagikan oleh analis kripto, Crypto Rover, menyoroti dinamika berulang yang telah terjadi di berbagai siklus pasar sebelumnya.
Apa Itu Harga Realisasi Alamat Akumulasi?
Garis harga realisasi mewakili rata-rata biaya pembelian (cost basis) dari dompet-dompet digital yang secara konsisten mengumpulkan ETH (akumulasi), alih-alih melakukan perdagangan aktif (trading).
Berbeda dengan harga pasar (spot price) yang fluktuatif, garis ini bergerak lambat dan mencerminkan keyakinan pembeli jangka panjang dari waktu ke waktu.
Dalam grafiknya, harga realisasi ini menunjukkan tren naik yang stabil selama bertahun-tahun, bahkan saat pasar sedang mengalami penurunan tajam (drawdown).
Kenaikan bertahap ini menandakan adanya akumulasi terus-menerus pada harga yang lebih tinggi, memperkuat peran alamat-alamat ini sebagai partisipan jangka panjang, bukan sekadar spekulan jangka pendek.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Harga Berulang Kali Melewati Zona Ini
Secara historis, harga pasar Ethereum hampir selalu berada di atas harga realisasi alamat akumulasi di sebagian besar siklus pasar. Ketika harga jatuh mendekati garis ini, ETH sering kali mengalami stabilisasi atau segera memantul kembali (rebound).
Data terbaru menunjukkan beberapa momen di mana harga ETH terkoreksi menuju garis harga realisasi yang terus meningkat.
Interaksi tersebut menunjukkan bahwa pembeli cenderung masuk ketika harga mendekati biaya dasar jangka panjang. Hal ini mengubah level tersebut menjadi dukungan struktural yang kuat, bukan sekadar garis teknis biasa.
Mengapa Level Ini Penting Saat Ini?
Karena harga realisasi terus merangkak naik, zona dukungan itu sendiri ikut bergerak lebih tinggi seiring berjalannya waktu. Artinya, Ethereum tidak memerlukan kenaikan harga yang eksplosif untuk tetap terlihat kuat secara struktural; ETH hanya perlu bertahan di atas biaya dasar akumulasi tersebut.
Selama ETH tetap berada di dekat atau di atas level ini, data mengindikasikan bahwa para pemegang jangka panjang masih dalam posisi profit dan tetap percaya diri. Hal ini secara otomatis mengurangi risiko adanya tekanan jual yang berkelanjutan.
Wajib Dipantau
Berdasarkan data tersebut, satu kesimpulan jelas yang bisa diambil: Ethereum saat ini duduk di atas level dukungan akumulasi yang secara historis sangat kuat.
Zona ini telah berulang kali bertindak sebagai fondasi stabilitas harga di berbagai siklus. Oleh karena itu, level ini menjadi area kritis yang wajib dipantau ke depan, terutama di tengah periode volatilitas pasar yang tinggi.
Hubungan antara harga pasar dan biaya dasar pemegang jangka panjang sudah cukup untuk menjelaskan arah pergerakan Ethereum selanjutnya.