Aston Villa Mengintai, Brennan Johnson Jadi Target Panas di Bursa Transfer Januari 2026

Aston Villa mengintai Brennan Johnson jelang bursa Januari, memanfaatkan situasi tak pasti sang winger di Tottenham dan peluang restrukturisasi skuad.

oleh Dimas Satria NugrohoDiterbitkan 22 Desember 2025, 12:00 WIB
Penyerang Tottenham Hotspur, Brennan Johnson, bereaksi sebelum diusir keluar lapangan dalam pertandingan sepak bola fase liga Liga Champions UEFA antara Tottenham Hotspur dan FC Copenhagen di Stadion Tottenham Hotspur, London, pada 4 November 2025. (Ben STANSALL / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Aston Villa diam-diam sudah bergerak jelang bursa transfer Januari 2026 dengan memantau situasi Brennan Johnson di Tottenham Hotspur.

Klub asuhan Unai Emery ini melihat peluang pasar jangka menengah, terutama karena masa depan Johnson di London Utara terlihat abu-abu. 

Spus masih sibuk merombak skuad demi kembali konsisten bersaing di jalur juara dan Liga Champions. Proses itu membuat sejumlah pemain mapan berada dalam evaluasi, termasuk Johnson.

Kontraknya hanya menyisakan dua tahun, kondisi yang sering mendorong klub untuk mempertimbangkan tawaran sebelum nilai jual menurun.

Villa membaca situasi ini sebagai peluang strategis, apalagi mereka tengah membangun skuad yang bukan sekadar kompetitif, tetapi siap bertarung di papan atas dalam beberapa musim ke depan.


Performa Turun, Johnson Belum Meyakinkan?

Aksi Brennan Johnson pada laga Man City vs Tottenham di pekan ke-3 Premier League 2025/2026 (c) AP Photo/Dave Thompson

Johnson sejatinya masih punya angka yang menarik. Sejak bergabung dengan Tottenham, ia mencetak 27 gol dan 18 assist, catatan yang solid untuk sekelas pemain yang tidak selalu dijadikan starter. Musim lalu, ia bahkan finis sebagai top skor klub dengan 18 gol.

Namun, cerita berubah mesim ini. Sang pemain baru enam kali menjadi starter di Liga Inggris dan belum mencetak gol sejak laga kedua.

Perubahan taktik di bawah asuhan Thomas Frank membuat perannya menyusut, sekaligus memunculkan tanda tanya soal kecocokannya dengan rencana jangka panjang Spurs.

Penurunan menit bermain ini tidak luput dari perhatian klub lain, termasuk Villa, yang melihatnya sebagai pemain berkualitas. 


Aston Villa Lihat Peluang, Crystal Palace Siap Menyela?

Unai Emery, manajer Aston Villa. (Bola.com/X @AVFCOfficial)

Ketertarikan Aston Villa terhadap Johnson bukan karena kepanikan, melainkan perencanaan. Di bawah Emery, Villa dikenal gemar membidik pemain Liga Inggris yang butuh panggung baru.

Johnson dianggap pas dengan profil itu, dimana ia baru berusia 24 tahun, serbaguna di lini depan, dan sudah teruji di liga. Ada keyakinan transfer bisa dilakukan dengan skema fleksibel, termasuk pinjaman, jika Tottenham buka ruang negosiasi.

Situasi Pemain berdarah campuran Inggris dan Wales itu makin menarik karena Crystal Palace juga memantau sang pemain. Jika Spurs memberi sinyal siap melepas, persaingan berpotensi terbuka. Dengan posisi liga yang kuat dan proyek jangka panjang yang jelas, Villa merasa punya daya tarik nyata untuk yakinkan sang pemain.


Efek Potongan Puzzle Harvey Elliott

Harvey Elliott berlabuh ke Aston Villa dengan status pinjaman dari Liverpool di bursa transfer musim panas 2025. (Dok. X @AVFCOfficial)

Nama Johnson juga tak lepas dari situasi Harvey Elliott di Villa. Pemain pinjaman dari Liverpool itu belum beri dampak signifikan dan baru tampil lima kali.

Emery bahkan beri insyarat Elliott bisa tak dimainkan lagi. Di internal klub, perekrutan ini disebut lebih didorong oleh mantan Direktur Olahraga Monchi.

Dengan aturan keuntungan dan keberlanjutan Liga Inggris yang membayangi, Villa enggan menanggung beban finansial untuk pemain yang tak masuk rencana utama. Klub dikabarkan menjajaki opsi memulangkan Elliott ke Liverpool pada Januari 2026.

Jika itu terjadi, Villa akan punya ruang jelas untuk menata ulanag lini serang, dan Johnson bisa muncul sebagai target uatam yang paling logis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya