Arsenal: Yang Harus Dilakukan Viktor Gyokeres untuk Akhiri Paceklik Golnya

Arsenal menanti Viktor Gyokeres akhiri paceklik gol. Dua langkah kunci dari Ray Parlour bisa jadi solusi di tengah persaingan Jesus dan Havertz.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 18 Desember 2025, 22:38 WIB
Penyerang Arsenal, Viktor Gyoekeres saat laga melawan Atletico Madrid di ajang Liga Champions 2025-2026. (AP Photo/Alastair Grant)

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal sedang menanti kebangkitan Viktor Gyokeres di tengah padatnya persaingan lini depan dan tuntutan produktivitas gol. Penyerang asal Swedia itu memasuki fase sulit setelah lima laga beruntun tanpa gol di semua kompetisi.

Situasi ini terasa kontras dengan reputasinya sebagai peraih Gerd Muller Trophy, tetapi adaptasi ke skema penguasaan bola Mikel Arteta belum sepenuhnya mulus. Arsenal membutuhkan ketajaman Gyokeres agar ritme serangan tetap terjaga di fase krusial musim.

Tekanan bertambah seiring kembalinya Gabriel Jesus dan kabar positif mengenai pemulihan Kai Havertz. Kompetisi internal yang sehat bisa menjadi pemicu, tetapi juga ancaman jika Gyokeres tak segera menemukan solusi.


Dua Fokus Teknis untuk Gyokeres: Gerakan dan Posisi

Viktor Gyokeres dari Arsenal (kiri) beraksi dalam North London Derby pertama yang digelar di luar Inggris antara Arsenal dan Tottenham dalam ajang Hong Kong Football Festival di Stadion Kai Tak, Hong Kong, Kamis, 31 Juli 2025. (AP Photo/Chan Long Hei)

Legenda Arsenal, Ray Parlour, memberikan dua fokus sederhana yang dinilainya krusial bagi Gyokeres untuk kembali produktif. “Dia harus masuk ke area yang tepat dan membuat lari yang tepat. Saya yakin dia akan kembali mencetak gol,” ujar Parlour.

Parlour menekankan pentingnya variasi opsi di lini depan untuk mengubah jalannya pertandingan. “Jika tidak menemukan jalan, bangku cadangan memberi solusi, Jesus bisa mengubahnya dan Havertz menawarkan gaya berbeda,” katanya.

Pengalaman juga menjadi faktor penentu dalam tekanan perebutan tempat utama. “Anda akan berada di bawah tekanan untuk mencetak gol, dan Gyokeres tahu itu,” ucap Parlour.

Kedalaman skuad menurutnya adalah keunggulan tim papan atas. “Dalam tim saya, kami punya empat atau lima penyerang yang bersaing, dan itu yang dibutuhkan untuk sukses,” tuturnya.


Persaingan di Arsenal dan Keputusan Arteta

Pemain Arsenal Gabriel Jesus berdoa setelah timnya meraih kemenangan dalam laga Liga Champions melawan Club Brugge di Bruges, Belgia, Kamis, 11 Desember 2025. (AP Photo/Omar Havana)

Kembalinya Jesus membawa dimensi berbeda karena kemampuannya menciptakan peluang sendiri. Namun, jam terbangnya masih terbatas setelah pulih dari cedera ACL, jadi keputusan starter perlu kehati-hatian.

Rekor Jesus melawan Everton, yang akan dihadapi Arsenal di Liga Inggris akhir pekan ini, memang mengesankan dengan delapan gol, tetapi kesiapan fisik tetap jadi pertimbangan utama. Gyokeres, di sisi lain, unggul secara fisik dan efektif di kanal permainan untuk duel dengan bek tengah lawan.

Namun, kontribusi tanpa bola dan pemilihan ruang menjadi penentu dalam sistem berbasis kontrol. Gyokeres dituntut lebih disiplin dalam timing lari agar koneksi dengan gelandang kreatif berjalan optimal.

Akan tetapi, tempatnya di susunan awal masih relatif aman untuk saat ini. Arteta kemungkinan menilai momentum terbaik Jesus adalah laga Carabao Cup pekan depan sembari memberi Gyokeres kesempatan mengakhiri paceklik golnya.

Sumber: Sports Mole

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya