Real Madrid Pilih Bertahan dengan Xabi Alonso Hingga Supercopa Spanyol

Real Madrid berniat mempertahankan Xabi Alonso setidaknya hingga Supercopa Spanyol. Klub berupaya menjaga stabilitas meski performa belum meyakinkan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 18 Desember 2025, 13:22 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, tampak kecewa setelah anak asuhnya bermain imbang 1-1 ketika menghadapi tuan rumah Girona pada laga lanjutan La Liga 2025/2026 di Montilivi, Senin (1/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Liputan6.com, Jakarta - Situasi di Real Madrid belum sepenuhnya menenangkan meski tim masih bertahan di semua kompetisi. Hasil memang datang, tetapi performa di lapangan dinilai belum sesuai ekspektasi.

Kemenangan tipis atas Talavera di ajang Copa menjadi gambaran kondisi tersebut. Real Madrid lolos dengan skor 3-2, namun harus diselamatkan oleh aksi Andriy Lunin di menit-menit akhir.

Di tengah sorotan itu, arah kebijakan klub terhadap Xabi Alonso mulai terungkap. Manajemen disebut telah menentukan batas waktu yang jelas untuk sang pelatih.


Sikap Klub: Menjaga Stabilitas Hingga Supercopa

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso (kanan), memberikan instruksi pada Arda Guler di laga kontra Celta Vigo di pekan ke-15 La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Senin (08/12/2025) dini hari WIB.

Niat Real Madrid mempertahankan Xabi Alonso setidaknya hingga Supercopa Spanyol diungkapkan oleh Manu Carreno. Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah kemenangan sulit di Copa.

"Niat klub adalah Xabi Alonso tetap bertahan, pada prinsipnya, hingga Supercopa Spanyol tanpa perubahan," ujar Carreno, analis sepak bola Spanyol.

Klub berusaha menampilkan suasana yang stabil di tengah tekanan. Harapannya, hasil pertandingan perlahan bisa membawa peningkatan performa tim.

Namun, Carreno menegaskan bahwa proses tersebut belum terlihat jelas. Pertandingan terus berlalu, sementara reaksi yang diharapkan belum sepenuhnya muncul.


Performa di Lapangan dan Batas Kesabaran

Kylian Mbappe dari Real Madrid (tengah kiri) merayakan bersama Eder Militao setelah mencetak gol pembuka dalam pertandingan La Liga Spanyol antara Real Madrid dan Valencia di Madrid, Spanyol, Sabtu, 1 November 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Carreno juga menyoroti performa Real Madrid saat menghadapi Talavera. Ia menilai permainan tim tidak konsisten sepanjang laga.

"Tim tidak bermain baik. Babak pertama sedikit lebih baik, babak kedua mereka tidak tampil bagus," jelasnya.

Meski demikian, menurut Carreno, ada keinginan kuat dari klub untuk tetap mempertahankan Xabi Alonso. Kesabaran itu, berdasarkan informasi internal, memiliki batas yang jelas.

"Meskipun reaksi yang diharapkan tidak datang, ada upaya tertentu untuk mempertahankan Xabi Alonso," katanya.

Supercopa di Arab Saudi disebut menjadi titik krusial. Laga semifinal melawan Atletico, serta potensi final menghadapi Barcelona atau Athletic, akan sangat menentukan posisi Alonso.


Skenario Darurat dan Catatan Penting

Carreno menegaskan bahwa pesan utama dari klub saat ini adalah ketenangan. Niat mempertahankan Alonso disebut berlaku apa pun hasil yang terjadi di Supercopa.

"Saya ulangi, yang disampaikan klub saat ini adalah normalitas. Dan niatnya Alonso bertahan hingga Supercopa, apa pun yang terjadi," ujarnya.

Namun, ia juga menambahkan adanya catatan penting. Kekalahan besar dalam waktu dekat bisa mengubah rencana tersebut.

"Ini selalu harus diberi tanda bintang. Kekalahan yang bersifat bencana, baik melawan Sevilla di Bernabeu pada 20 Desember atau kontra Betis setelah jeda pada 4 Januari, bisa mempercepat proses pemecatan," tutup Carreno.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya