3 Jemaah Haji Masih Hilang, Pemerintah Cari Lewat Tes DNA

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) masih berupaya menemukan tiga jamaah haji Indonesia yang dinyatakan hilang pada operasional haji 2025. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan melakukan tes DNA.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 17 Desember 2025, 17:35 WIB
Tawaf ifadah dimulai sejak tengah malam pada hari Nahr yakni tanggal 10 Dzulhijah. Hal ini berdasarkan pendapat Imam Syafi’i dan Imam Ahmad. (AP Photo/Amr Nabil)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) masih berupaya menemukan tiga jamaah haji Indonesia yang dinyatakan hilang pada operasional haji 2025. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan melakukan tes DNA kepada keluarga, untuk mencocokkan spesimen dengan sejumlah jenazah yang belum teridentifikasi.

Ketiga jemaah haji tersebut adalah Hasbullah Ihsan dari Embarkasi Banjarmasin, Nurima Mentazim dari Embarkasi Palembang, dan Sukardi Jakim Katmin dari Embarkasi Surabaya.

“Tes DNA digelar secara serentak terhadap keluarga jemaah haji ghaib di tiga kota, Surabaya, Banjarmasin, dan Palembang,” tutur Kasubdit Transportasi dan Perlindungan Jamaah Haji Reguler Ditjen PHU Kemenag Sri Darfatihati dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025).

Tes DNA keluarga Sukardi diketahui dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya oleh tim Bidlab DNA Rolabdokkes Pusdokkes Mabes Polri. Sri Darfatihati menegaskan, tes DNA ini dilakukan demi memberikan kepastian hukum dan kemanusiaan bagi keluarga jemaah.

Langkah tersebut terlaksana setelah koordinasi panjang lintas instansi, mulai dari pengambilan sampel hingga pengadaan reagen khusus dari Singapura.

“Pelaksanaan tes DNA ini merupakan amanat Menteri Agama terkait jamaah yang dinyatakan hilang segera mendapatkan kejelasan. Upaya ini dilakukan dengan mencocokkan spesimen keluarga dengan sejumlah jenazah di Arab Saudi yang hingga kini belum teridentifikasi,” jelas dia.

 

Pencarian Sejak 29 Mei 2025

Arafah merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa baik dari aspek tempat maupun waktu, yaitu saat wukuf di tanggal 9 Dzulhijjah. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Malang Abdul Salam menambahkan, seluruh upaya pencarian terhadap Sukardi telah dilakukan maksimal sejak dinyatakan hilang di Makkah pada 29 Mei 2025.

“Jemaah telah sah menunaikan ibadah haji karena telah dibadalkan. Proses pencarian dilakukan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi bersama Tim Pelindungan Jamaah (Linjam) sejak puncak haji hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air. Alhamdulillah, hari ini tes DNA kepada ahli waris dapat dilaksanakan sebagai upaya lanjutan,” kata dia.

Adapun pengambilan sampel tes DNA dilakukan lewat metode usap mulut atau buccal swab. Amin Nuruddin (29) yang merupakan anak ketiga Sukardi berharap, proses tersebut dapat memberikan titik terang.

“Kami mohon doa yang terbaik untuk ayahanda,” ujar Amin.

Infografis Rencana hingga Jadwal Perjalanan Haji 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya