2 Wajah AC Milan di Serie A: Menang Lawan Raksasa, Tersandung Saat Jumpa Tim Promosi

AC Milan tampil paradoks di Serie A. Perkasa melawan tim papan atas, Rossoneri justru kehilangan poin lawan tim promosi

oleh Asad ArifinDiterbitkan 16 Desember 2025, 22:59 WIB
Winger AC Milan, Christian Pulisic merayakan golnya ke gawang Napoli, Senin (29/9/2025) (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta - AC Milan menjalani musim 2025/2026 dengan cerita yang tidak biasa. Performa Rossoneri seperti memiliki dua wajah di Serie A.

Di satu sisi, Milan tampil meyakinkan saat menghadapi tim-tim papan atas. Hasil positif pun terus berdatangan dalam laga-laga besar.

Namun, gambaran berbeda muncul ketika Milan berjumpa tim promosi. Laga yang di atas kertas menguntungkan justru berakhir dengan kehilangan poin.

Kondisi ini membuat perjalanan Milan di bawah Massimiliano Allegri terasa seperti roller coaster. Stabil di puncak, rapuh di dasar.


AC Milan Kuat saat Hadapi Papan Atas

Rafael Leao dari AC Milan berduel dengan Manuel Akanji dari Inter Milan dalam laga Serie A di Milan, Italia, Minggu, 23 November 2025. (AP Photo/Antonio Calanni)

Melawan tim-tim elite Serie A, AC Milan tampil solid dan efisien. Rossoneri sukses menaklukkan Napoli dengan skor 2-1, mengalahkan Roma 1-0, dan menundukkan Inter 1-0.

Sembilan poin dari sembilan laga melawan rival langsung menjadi bukti kesiapan Milan bersaing di jalur Scudetto. Pertahanan tampil disiplin dan nyaris tanpa celah.

Dalam tiga laga tersebut, Milan hanya kebobolan satu gol. Itu pun berasal dari titik penalti, yang dicetak Kevin De Bruyne.

Statistik ini menegaskan bahwa Milan mampu menjaga fokus dan intensitas saat tekanan berada di level tertinggi. Mental bertanding menjadi keunggulan utama.


Tersendat Kontra Tim Promosi

Bek Sassuolo dan juga kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, coba menghalau bola hasil tendangan gelandang AC Milan, Davide Bartesaghi, pada laga pekan ke-15 Serie A di San Siro, Minggu (14/12/2025) malam WIB. Dalam duel itu, kedua tim bermain imbang 2-2. (AFP/Piero CRUCIATTI)

Masalah justru muncul ketika Milan menghadapi tim promosi. Cremonese, Pisa, dan Sassuolo menjadi contoh nyata inkonsistensi tersebut.

Dari sembilan poin yang tersedia, Milan hanya mengamankan dua poin. Mereka kalah 1-2 dari Cremonese serta ditahan imbang Pisa dan Sassuolo dengan skor identik 2-2.

Ironisnya, seluruh laga itu dimainkan di kandang sendiri. Situasi yang seharusnya memberi keuntungan justru menjadi sumber masalah.

Lini belakang menjadi sorotan utama. Milan kebobolan enam gol dalam tiga laga tersebut, angka yang kontras dengan ketangguhan mereka saat melawan tim papan atas.

Sumber: MilanNews


Klasemen Serie A 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya