Liputan6.com, Jakarta - Memasuki musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Bank Danamon) kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan atau fraud yang kerap meningkat pada periode liburan. Imbauan ini disampaikan seiring melonjaknya aktivitas perjalanan dan transaksi keuangan masyarakat.
Bank Danamon mengedukasi masyarakat agar tetap berhati-hati saat bertransaksi selama liburan dan terhindar dari potensi kerugian finansial akibat penipuan.
Advertisement
Consumer Lending Business Head Danamon Enriko Sutarto menjelaskan, Danamon memahami kebutuhan masyarakat untuk beristirahat dan berlibur sejenak bersama keluarga khususnya di bulan Desember sampai Januari yang merupakan musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Namun harus kita ingat bahwa segala modus penipuan tidak mengenal kata libur," jelas dia dalam keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).
"Melalui kampanye #JanganKasihCelah, Danamon kembali mengedukasi masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai jenis penipuan yang mungkin terjadi di musim liburan beserta upaya yang dapat dilakukan,” ujar dia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada Desember 2024 tercatat 101,08 juta perjalanan domestik, naik 11,63% dibandingkan tahun sebelumnya. Perjalanan internasional juga meningkat lebih dari 19%, yang berdampak langsung pada lonjakan transaksi keuangan selama musim liburan.
Buka Celah Pelaku Kejahatan
Sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, Bank Indonesia mencatat adanya pertumbuhan penyaluran kredit baru sepanjang triwulan IV 2024. Transaksi kartu kredit meningkat hingga 75%, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya, sementara Kredit Tanpa Agunan (KTA) tumbuh 67,6%.
Peningkatan transaksi ini turut membuka celah bagi pelaku kejahatan. Bank Danamon mencatat berbagai modus penipuan yang kerap muncul selama musim liburan, mulai dari agen perjalanan palsu, pemesanan akomodasi melalui kanal tidak resmi, hingga penipuan berbasis teknologi.
Modus digital seperti phishing, QRIS palsu, skimming ATM, akun media sosial palsu yang mengatasnamakan agen perjalanan, hingga peretasan melalui Wi-Fi atau port USB umum menjadi ancaman yang perlu diwaspadai.
Untuk itu, Bank Danamon mengimbau masyarakat agar selalu melakukan pembelian tiket dan akomodasi melalui kanal resmi, serta tidak sembarangan mengklik tautan atau mengunduh file dari sumber yang tidak dikenal.
Jaga Kerahasiaan
Bank Danamon juga menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data perbankan. Nasabah diminta tidak membagikan OTP, PIN, CVV/CVC, maupun akses ke aplikasi D-Bank PRO kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai perwakilan bank.
Selama bepergian, kartu debit, kredit, atau charge disarankan disimpan dengan aman dan hanya digunakan untuk transaksi pribadi. Saat bertransaksi di ATM, pastikan kondisi sekitar aman dan bebas dari perangkat mencurigakan. Penggunaan Wi-Fi dan port USB umum juga sebaiknya dihindari, terutama saat mengakses aplikasi perbankan.
Apabila nasabah kehilangan kartu atau menemukan transaksi mencurigakan, Bank Danamon mengimbau agar segera melakukan blokir sementara melalui D-Bank PRO dan menghubungi Hello Danamon untuk penanganan lebih lanjut.
“Tidak hanya mengedukasi nasabah, Danamon juga berkomitmen memberikan perlindungan data melalui berbagai inisiatif perlindungan konsumen sesuai ketentuan regulator,” tutup Enriko.