Liputan6.com, Beijing - Seorang ibu di China meninggal pada usia 86 tahun akibat virus yang ditularkan melalui kutu. Namun, sebelum diantar ke kediaman terakhir, terdapat ritual yang harus dijalani oleh anaknya yang tidur di ranjang ibunya. Hingga akhirnya ia juga ikut terinfeksi virus dari cairan tubuh sang ibu yang terkontanminasi kutu.
Ritual ini masih hidup di beberapa daerah di Tiongkok dan dikenal sebagai "menekan ranjang arwah," yang bertujuan untuk menenangkan arwah di alam baka. Menurut media Hongxing, Chen yang berusia 60-an merupakan anak tunggal dan tinggal di daerah terpencil di provinsi Zhejiang.
Advertisement
Sebelum ibunya meninggal, tubuhnya tampak sehat dan kuat masih dapat bekerja di ladang setiap hari. Namun, setelah festival pertengahan musim gugur tahun ini, tubuhnya tumbang secara mendadak setelah mengalami diare dan muntah hingga akhirnya meninggal, dilansir dari SCMP, Rabu (17/12/2025).
Setelah kepergiannya, ritual pun harus segera dijalani yang berlangsung hingga hari ke-35. Lalu, jiwa secara perlahan memudar di setiap siklus ke-7 hari yang menandai langkah menuju tempat peristirahatan terakhirnya.
Selama beberapa hari, Chen tidur di ranjang ibunya sebagai bagian dari ritual serta membakar uang kertas, kemudian mengadakan upacara peringatan untuk meminta perlindungan dari leluhur kepada orang yang masih hidup.
Namun, kondisi Chen yang tidur pada hari ke-10 menunjukkan tubuhnya mulai terasa lemah, nyeri otot, diare, dan muntah, gejala yang sama dialami ibunya sebelum meninggal.
Penularan Penyakit Timbul Kontroversi Publik
Melalui pemeriksaan dokter, ia terdiagnosis terkena virus yang ditularkan melalui gigitan kutu. Jika tidak segera ditangani, tubuhnya akan mengalami kegagalan organ dan disfungsi kekebalan tubuh, serta menyebabkan demam.
Dokter menyarankan untuk menggunakan obat anti-kutu dan kondisi Chen saat itu langsung diberikan perawatan medis yang membantu kondisinya membaik.
Meskipun ritual ini menjadi salah satu kewajiban bagi sebagian penganut kepercayaan tersebut, seorang pengamat daring yang melihat kisah viral di media sosial memberikan tanggapan yang mengatakan bahwa keinginan Chen untuk menghormati ibunya dapat dimengerti, tetapi penyakitnya tentu bukan yang diinginkan ibunya.
Dengan begitu, penghormatan atau bukti berbakti kepada orang tua sebaiknya dapat dilakukan dengan cara lain yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan meninggalkan kebiasaan lama yang berisiko.