PLTSa Bantargebang Segera Dibangun, Pramono Anung Targetkan Kurangi 55 Juta Ton Sampah

Pramono berharap PLTSa dapat secara signifikan mengurangi timbunan sampah di Bantar Gebang yang kini mencapai 55 juta ton.

oleh Tim NewsDiterbitkan 16 Desember 2025, 16:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat ditemui di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (10/12/2025). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, akan segera dimulai.

“Untuk Bantar Gebang, kita akan segera memulai PLTSa. Sesuai dengan pembicaraan dengan Danantara pada waktu itu,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Utara, Selasa.

Pramono berharap PLTSa dapat secara signifikan mengurangi timbunan sampah di Bantargebang yang kini mencapai 55 juta ton.

Ia menjelaskan, volume sampah harian Jakarta berada di kisaran 7.700 hingga 8.000 ton per hari, sehingga diperlukan solusi jangka panjang untuk pengelolaannya.

Pembahasan teknis kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengenai pembangunan PLTSa telah disepakati. Pramono menilai Jakarta memiliki kesiapan infrastruktur yang lebih baik dibanding daerah lain.

Namun, Pramono belum merinci waktu pasti penandatanganan kesepakatan maupun dimulainya pembangunan. Ia hanya menyebut satu unit PLTSa diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 35 megawatt (MW) listrik.

 

Antrean Truk sampah

Antrean truk sampah dari Jakarta saat akan menurunkan muatan di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/3). Jumlah sampah yang masuk TPST Bantar Gebang mencapai 7.400 ton per hari. (merdeka.com/Arie Basuki)

Berdasarkan penelusuran, kesepakatan teknis antara Pemprov DKI dan Danantara dicapai pada Rabu, 15 Oktober 2025 dengan beberapa poin utama. Danantara akan berperan sebagai entitas pendanaan proyek berskala besar tersebut.

Pemprov DKI berencana membangun empat hingga lima unit PLTSa, masing-masing memproses 2.500–3.000 ton sampah per hari.

Pemerintah berharap proyek ini tidak membebani anggaran daerah melalui skema tipping fee, selama tarif jual listrik ke PLN dapat disepakati pada kisaran 20 sen dolar AS per kWh.

Danantara disebut akan menyuntikkan modal sekaligus membuka peluang investasi bagi operator internasional.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meminta Kementerian Pekerjaan Umum untuk membantu percepatan penanganan sampah di Bantar Gebang, termasuk melalui konversi sampah menjadi energi.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa sampah yang tidak bisa diolah lebih lanjut akan dibakar dan dikonversi menjadi listrik, sementara jenis sampah lain akan diolah menjadi bahan bakar seperti gas atau kompos.

Infografis Cara hingga Titik Buang Sampah Besar Gratis Pemprov DKI Jakarta. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya