TINS Kantongi Peringkat idA+ dari Pefindo

PT Timah Tbk (TINS) meraih peringkat idA+ dari Pefindo berkat fundamental dan struktur modal yang kuat. Namun peringkat ini dibatasi oleh risiko eksternal.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 15 Desember 2025, 19:30 WIB
Grup MIND ID PT Timah

Liputan6.com, Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA+ untuk PT Timah Tbk (TINS). Dengan acuan fundamental perseroan masih menunjukan ketahanan, terutama dari sisi pasar dan struktur modal.

Kendati begitu, peringkat tersebut juga dibatasi oleh sejumlah faktor eksternal yang masih membayangi kinerja perseroan seperti penambangan timah ilegal, serta volatilitas harga dan cuaca buruk.

"PT Timah Tbk terus berupaya memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan produktivitas, efisiensi operasional dan memperkuat kinerja operasional dan menjaga profil keuangan yang sehat," ujar Corporate Secretary PT Timah Tbk Rendi Kurniawan, Senin (15/12/2025).

Terkait risiko eksternal, Rendi menegaskan bahwa perusahaan terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk menghadapi tantangan industri. Termasuk upaya penanganan penambangan ilegal yang melibatkan banyak pihak.

"Kami terus berkolaborasi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan tata kelola pertimahan yang lebih baik dan berkelanjutan. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas operasional dan kepercayaan stakeholders," ungkapnya.

"TINS berkomitmen untuk menciptakan operasi yang efisien, bertanggung jawab, berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta masyarakat," tutur dia.

 

Syarat Naik Peringkat Lagi

Mengacu kriteria Pefindo, peringkat TINS masih berpeluang naik apabila perusahaan mampu menunjukkan peningkatan kinerja operasional secara berkelanjutan. Mencakup peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, dan kemampuan menghasilkan EBITDA yang kuat.

Selain itu, kenaikan peringkat juga dapat didukung oleh penguatan tata kelola industri timah. Sehingga menciptakan kondisi operasional yang lebih stabil.

Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan jika TINS mencatatkan tingkat utang yang jauh lebih tinggi dari proyeksi tanpa diimbangi perbaikan kinerja bisnis. Penurunan juga berpotensi terjadi apabila fluktuasi harga timah global melemahkan pendapatan dan profitabilitas perusahaan secara signifikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya