Chatbot Grok Milik Elon Musk Sebar Misinformasi Tragedi Penembakan Pantai Bondi Sydney

Chatbot AI Grok milik Elon Musk kembali menuai sorotan setelah menyajikan informasi tidak akurat terkait tragedi penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia.

oleh Nariza Riskantia HayaDiterbitkan 15 Desember 2025, 08:50 WIB
Grok, chatbot AI besutan xAI kini hadir dalam aplikasi mandiri. (Dok: Grok)

Liputan6.com, Jakarta - Chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok milik Elon Musk kembali menuai sorotan. Kali ini, Grok dilaporkan menyebarkan informasi yang keliru terkait peristiwa mematikan di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Peristiwa penembakan massal itu setidaknya menewaskan belasan orang dalam sebuah acara perayaan Hanukkah.

Tragedi tersebut memicu kekhawatiran karena Grok memberikan jawaban yang tidak relevan, salah konteks, hingga mencampuraduk fakta terkait tragedi.

Dilansir Gizmodo, Senin (15/12/2025), salah satu penyerang kejadian ini akhirnya berhasil dilumpuhkan oleh seorang warga sipil bernama Ahmed al Ahmed (43), yang aksinya terekam dan sudah dibagikan secara luas di media sosial. Banyak pihak yang memuji keberaniannya, meski tidak sedikit yang mencoba memanfaatkan tragedi untuk menyebarkan sentimen Islamofobia.

Di tengah situasi genting, Grok justru memperkeruh situasi. Saat seorang pengguna menanyakan latar belakang video yang menampilkan Ahmed sedang melumpuhkan pelaku, Grok mengklaim video tersebut adalah rekaman lama.

Ia menjelaskan rekaman tersebut merupakan seorang pria yang memanjat pohon palem di tempat parkir, mungkin untuk memangkasnya, yang mengakibatkan cabang jatuh dan merusak mobil yang diparkir, tanpa kaitan dengan peristiwa penembakan di Sydney. Chatbot bahkan menyebut keaslian video tidak pasti.

Kesalahan lain muncul ketika Grok menyebut foto Ahmed al Ahmed yang terluka sebagai gambar sandera Israel yang diculik Hamas pada 7 Oktober 2025. Menanggapi pertanyaan pengguna lain, Grok kembali mempertanyakan keaslian koflik tersebut, setelah sebelumnya menampilkan paragraf yang sama sekali tidak relevan tentang dugaan serangan militer Israel di Gaza.

Bukan hanya itu, Grok menggambarkan sebuah video yang jelas ditandai dalam tweet sebagai rekaman baku tembakan antara pelaku dan polisi Sydney sebagai rekaman dampak Topan Tropis Alfred yang melanda Australia awal 2025.

Meski dalam kasus ini pengguna tersebut mempertegas tanggapannya dan meminta Grok untuk mengevaluasi ulang, dan berakhir chatbot Grok menyadari kesalahannya.

Grok Keliru Soal Isu Global dan Politik

Masalah Grok tidak berhenti pada tragedi Pantai Bondi. Sepanjang Minggu pagi waktu setempat, chatbot tersebut melaporkan salah mengidentifikasi pemain sepak bola terkenal, memberikan informasi tentang penggunaan asetaminofen selama kehamilan ketika ditanya tentang pil aborsi mifepristone, hingga membahas Project 2025 dan peluang Kamala Harris maju kembali sebagia presiden Amerika Serikat (AS), ketika diminta untuk memverifikasi klaim yang sama sekali terpisah yang dibuat tentang inisiatif penegakan hukum Inggris.

Grok juga tertukar antara insiden penembakan di Pantai Bondi dengan penembakan di Brown University yang terjadi selang beberapa jam sebelum tragedi di Australia.

Hingga kini, penyebab gangguan tersebut belum diketahui. xAI selaku pengembang Grok hanya merespons dengan balasan otomatis “Legacy Media Lies”.

Ini bukan pertama kalinya Grok menuai kritik. Sepanjang 2025, chatbot itu beberapa kali memberikan jawaban yang kontroversial seperti teori konspirasi “genosida kulit putih” di Afrika Selatan.

xAI Milik Elon Musk Hadirkan Fitur Baru 'Grok Imagine' untuk Ubah Teks Jadi Video

Aplikasi Grok AI. (Doc. Grok xAI)

Di sisi lain, pengguna yang gemar membuat video kreatif berbasis kecerdasan buatan (AI), kini dapat menggunakan Grok Imagine sebagai alternatif fitur baru. Platform AI dari xAI milik Elon Musk ini mendukung fitur teks ke video.

Pengumuman tersebut disampaikan Elon Musk di X, menandai kemampuan baru yang menghadirkan fitur pembuatan video singkat hanya dengan mengetikkan seperti saat mengunggah sebuah unggahan biasa.

Dilansir Digital Trends, Rabu (3/12/2025), fitur baru Grok Imagine saat ini sudah diluncurkan secara bertahap di web, aplikasi Android, dan iOS.

Pembaruan Grok Imagine versi terbaru memungkinkan pengguna dapat mengetik perintah seperti “sebuah motor melaju kencang di tengah kota yang diterangi lampu neon saat malam hari”. Nantinya akan menghasilkan video pendek berisi visual, gerakan, dan suara.

Pengguna dapat memilih mode gambar dan video langsung dari kolom input yang sama, sehingga praktis untuk beralih.

Kehadiran fitur Grok Imagine telah memasuki pasar persaingan yang ketat, di mana model AI seperti Sora 2 dan Google Flow, sebelumnya sudah menawarkan pembuatan video bergaya sinematik dengan beberapa fitur tambahan. Saat diuji, fitur ini mampu menghasilkan video berdurasi hingga 10 detik berdasarkan prompt yang diberikan.

Fitur ini cocok untuk menghasilkan klip media sosial yang kreatif seperti meme atau promo singkat. Grok memiliki keunggulan yang memudahkan pengguna untuk melakukan semua proses membuat video terintegrasi dalam satu aplikasi chatbot, baik itu di perangkat atau pun web.

Hasilnya, fitur ini memudahkan kreator pemula maupun pengguna yang hanya ingin bereksperimen dengan ide visual.

Batas Grok Imagine

Namun untuk saat ini, video yang dihasilkan berdurasi pendek, hanya beberapa detik. Untuk pengguna yang menginginkan video lebih panjang, fitur ini kurang cocok digunakan--terutama adegan kompleks.

Kualitas video dan realismenya cocok untuk unggahan sosial, meme, dan eksperimen kreatif. Tetapi belum bisa mencapai tingkat sinematik seperti yang ditawarkan model AI lain, karena fitur ini sama seperti kebanyakan generator video AI yang hasilnya tergantung permintaan dan perintah pengguna.

Meski kurang dalam beberapa hal, AI Grok Imagine cocok untuk pengguna yang ingin membagikan klip lucu atau ide kreatif di X, karena pengguna bisa membuat dan mengunggahnya di aplikasi yang sama.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya