Liputan6.com, Jakarta - Berbeda dengan banyak aset kripto lain, Hedera (HBAR) hampir tidak pernah menjadi perbincangan hangat di media sosial kripto. Tidak ada siklus hype, meme viral, atau komunitas yang ramai mendorong target harga. Namun justru karena itulah, sebagian analis menilai HBAR sangat layak diperhatikan.
Dikutip dari coinmarketcap, Senin (15/12/2025), dalam sebuah video terbaru, kanal YouTube Altcoin Daily menyebut Hedera sebagai salah satu blockchain Layer 1 paling underrated di pasar kripto. Bukan karena tampil mencolok, melainkan karena teknologinya benar-benar digunakan oleh institusi, pemerintah, dan perusahaan global—secara senyap di balik layar.
Advertisement
Sejak awal, Hedera memang dirancang untuk kebutuhan dunia nyata. Proyek ini didirikan pada 2018 oleh Dr. Leemon Baird dan Mance Harmon dengan pendekatan yang berbeda dari blockchain kebanyakan. Alih-alih menggunakan struktur blockchain tradisional, Hedera mengandalkan konsensus Hashgraph.
Secara praktis, teknologi ini membuat Hedera sangat cepat, murah, dan efisien. Jaringannya mampu memproses lebih dari 10.000 transaksi per detik, menyelesaikan transaksi hanya dalam hitungan detik, serta menggunakan energi yang sangat rendah.
Bahkan, Hedera dikenal sebagai salah satu distributed ledger paling hemat energi dan beroperasi sebagai jaringan karbon-negatif. Bagi pemerintah dan perusahaan besar, efisiensi dan keberlanjutan bukan sekadar nilai jual, melainkan sebuah keharusan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Punya Governing Council
Keunggulan lain Hedera HBAR terletak pada model tata kelolanya. Tidak seperti banyak jaringan kripto yang dikelola oleh validator anonim atau pemegang token yang tersebar, Hedera memiliki Governing Council yang diisi hingga 39 perusahaan global ternama.
Anggota dewan ini bukan nama kecil. Beberapa di antaranya adalah Standard Bank, Hitachi, EDF Energy, Shinhan Bank, hingga Mondelez. Setiap anggota menjalankan node jaringan, berperan dalam pengambilan keputusan, serta mengembangkan aplikasi dunia nyata di atas Hedera.
Struktur ini menciptakan desentralisasi yang tetap disertai akuntabilitas. Model seperti inilah yang umumnya dibutuhkan institusi besar dan entitas yang berada di bawah pengawasan regulasi ketat.
Soal adopsi, Hedera juga tidak menunggu masa depan. Pemanfaatannya sudah berjalan saat ini. Lembaga keuangan menggunakan jaringan Hedera untuk pembayaran, stablecoin, dan tokenisasi aset. Perusahaan energi memanfaatkannya untuk pelacakan data keberlanjutan, sementara sektor rantai pasok membangun sistem verifikasi berbasis Hedera.
Selain itu, Hedera juga mulai serius menggarap sektor kecerdasan buatan (AI). Proyek ini menjalin kerja sama dengan perusahaan besar seperti NVIDIA, Intel, dan Accenture untuk mendukung konsep verifiable AI, yakni sistem AI yang transparan dan dapat diaudit. Ini merupakan area yang belum banyak disentuh oleh blockchain lain.
Adopsi Perusahaan dan Pemerintahan
Dari sisi pasar keuangan tradisional, sinyal ketertarikan terhadap Hedera HBAR juga semakin kuat. Salah satunya terlihat dari kehadiran ETF HAR, yang tercatat sebagai ETF kripto spot ketiga yang mendapat persetujuan di Amerika Serikat, setelah Bitcoin dan Ethereum.
Selain itu, Hedera juga masuk ke dalam berbagai produk investasi dari nama-nama besar seperti Grayscale, Vanguard, dan ProShares. Kehadiran produk ini memberi akses bagi investor tradisional untuk mendapatkan eksposur terhadap HBAR tanpa harus bertransaksi kripto secara langsung.
Adopsi di sektor pemerintahan pun terus berkembang. Sejumlah negara seperti Arab Saudi, Qatar, Georgia, dan Filipina dilaporkan mendanai atau menjalankan proyek berbasis Hedera. Proyek-proyek tersebut mencakup tokenisasi aset hingga berbagai kebutuhan sektor publik.
Dengan pendekatan yang minim sorotan namun kuat secara fundamental, Hedera HBAR menunjukkan bahwa tidak semua proyek kripto membutuhkan hype untuk berkembang. Justru, penggunaan nyata oleh institusi dan pemerintah bisa menjadi faktor penting yang menentukan perannya dalam jangka panjang.