CEO Coinbase Prediksi Harga Bitcoin Tembus USD 1 Juta pada 2030

CEO Coinbase Brian Armstrong memprediksi harga Bitcoin bisa mencapai USD 1 juta pada 2030, didorong regulasi yang makin jelas dan adopsi global.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 15 Desember 2025, 12:00 WIB
Ilustrasi Bitcoin (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - CEO Coinbase Brian Armstrong memprediksi harga Bitcoin berpotensi menembus level USD 1 juta atau setara Rp 16,6 miliar (estimasi kurs Rp 16.633 per USD) pada 2030. Prediksi tersebut disampaikan Armstrong di tengah semakin jelasnya arah regulasi kripto dan meningkatnya adopsi aset digital oleh lembaga keuangan global.

Dikutip dari coinmarketcap, Senin (15/12/2025), dalam unggahannya di media sosial X (sebelumnya Twitter), Armstrong menilai Bitcoin memiliki peran penting dalam membangun sistem ekonomi yang lebih terbuka. Menurut dia, Bitcoin membantu menciptakan hak kepemilikan yang kuat, mendorong penggunaan uang yang sehat (sound money), serta memperluas perdagangan bebas lintas negara.

Pandangan optimistis ini juga disampaikan Armstrong dalam wawancaranya dengan Fox Business. Ia menekankan bahwa perkembangan regulasi di Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang mendukung pertumbuhan Bitcoin.

“Amerika Serikat akhirnya terasa kembali agresif. Inovasi sedang berkembang dan didorong,” ujar CEO Coinbase Brian Armstrong.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Perubahan Sistem Keuangan Dunia

Ilustrasi Harga Bitcoin (Source: freepik.com)

Armstrong menilai kejelasan regulasi, termasuk potensi adopsi ETF Bitcoin, dapat memperkuat posisi Amerika Serikat dalam lanskap mata uang digital global. Jika prediksi tersebut terwujud, valuasi Bitcoin diyakini akan membawa perubahan besar pada sistem keuangan dunia, memengaruhi strategi investasi, pola perdagangan, serta minat investor institusional.

Dari sisi ekonomi, peningkatan peran Bitcoin dalam sistem keuangan berpotensi mendorong permintaan aset kripto sebagai instrumen investasi yang dianggap aman. Namun, Armstrong menegaskan bahwa perkembangan ini juga menuntut penyesuaian kebijakan politik dan regulasi agar pertumbuhan industri kripto dapat berjalan berkelanjutan.

 

Konsistensi Reformasi Kebijakan

Ke depan, Armstrong melihat masa depan Bitcoin akan sangat ditentukan oleh konsistensi reformasi kebijakan dan inovasi teknologi.

Ia juga menyinggung berbagai kemajuan legislasi di masa lalu sebagai sinyal bahwa industri aset digital akan terus berkembang dengan klasifikasi yang semakin jelas di bawah pengawasan regulator.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya