Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-23 baru saja menelan pil pahit gagal mempertahankan medali emas di SEA Games 2025. Pasukan Indra Sjafri bahkan tidak bisa lolos ke babak semifinal usai terhenti di fase grup.
Indonesia harus pulang lebih awal dari Thailand setelah kalah 0-1 dari Filipina dan cuma menang 3-1 saat melawan Myanmar. Akibatnya Indonesia gagal menjadi runner-up terbaik karena kalah saing dengan Malaysia.
Advertisement
Hasil buruk ini menurut founder Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali harus menjadi momentum evaluasi total, termasuk terhadap penanggung jawab Timnas U22, Zainudin Amali, yang sejak awal mengusung target emas dan menunjuk Indra Sjafri sebagai pelatih. Padahal persiapan tim ke SEA Games 2025 diakui Amali di berbagai media, sangat singkat.
Akmal melihat Amali sebagai sosok yang bertanggung jawab atas kegagalan di SEA Games 2025. Terlebih, apa yang disampaikan Akmal tersebut, sejalan dengan unggahan Instagram anggota Exco PSSI, Arya Sinuligga yang menyatakan “minta maaf, urusan Timnas sepak bola putra untuk SEA Games, saya tidak mengerti (silakan tanya yang mengerti)”.
Dari pernyataan tersebut, jelas urusan Timnas SEA Games berada di bawah kendali Zainudin Amali.
Akmal mengingatkan, kegagalan kali ini mencatat sejarah kelam. Ini menjadi pertama kalinya Timnas SEA Games gagal lolos semifinal sejak 2009, atau yang keenam kalinya sejak Indonesia ikut SEA Games pada 1977. Menariknya, dari enam kegagalan tersebut, tiga terjadi saat Thailand menjadi tuan rumah di 1985, 2007, dan kini 2025.
“Ini bukan sekadar kalah biasa. Ini alarm keras,” tegas Akmal seperti dilansir Antara Minggu (14/12/2025) di Jakarta.
Era Kegelapan Indra Sjafri
Dari sisi kepelatihan, Akmal menyebut kegagalan ini sebagai fase terburuk Indra Sjafri di SEA Games. Setelah meraih perak pada 2019 dan emas pada 2023, Indra kini harus menerima kenyataan pahit tersingkir di fase grup. Padahal rekam jejaknya di level usia terbilang gemilang—juara Piala AFF U19 2013 dan 2024, juara Piala AFF U22 2019, hingga emas SEA Games 2023.
“Setiap orang ada zamannya. Kini, sepertinya kita memasuki era kegelapan bagi Indra Sjafri setelah sekian lama penuh bintang prestasi,” ujar Akmal.