Liputan6.com, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengirimkan perangkat internet satelit berkecepatan tinggi Starlink ke wilayah terdampak bencana di dua provinsi, yakni Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Langkah ini diambil untuk memastikan akses komunikasi tetap tersedia di lokasi bencana bagi warga di tengah terputusnya jaringan seluler akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Advertisement
Direktorat Tanggap Bencana DPP PSI Anthony Norman Lianto mengatakan, komunikasi merupakan kebutuhan mendasar dalam situasi darurat.
"Karena dalam situasi bencana, komunikasi telah menjadi kebutuhan yang mendasar selain makanan, air bersih, dan obat-obatan," kata Anthony seperti dilansir Antara, Sabtu (13/12).
Selain itu, lanjut dia, komunikasi sangat dibutuhkan untuk menghubungi sanak saudara, kemudian meminta bantuan, dan mencari informasi kedaruratan.
Anthony menjelaskan, Starlink telah mulai didistribusikan ke sejumlah posko PSI di daerah terdampak.
Pihaknya berencana akan terus menambah jumlah Starlink yang didistribusikan dalam waktu dekat.
“Sementara ini telah terdistribusi beberapa Starlink di posko-posko PSI, dan akan dikirimkan lagi dalam waktu dekat,” ujarnya.
Kendala
Walau demikian, tegas dia, distribusi Starlink tidak terlepas dari kendala, seperti akses jalan terputus akibat bencana menjadi tantangan utama dalam mengirimkan bantuan.
"Kendalanya adalah banyak akses terpotong, sehingga menyulitkan distribusi bantuan terutama Starlink," jelas Anthony.
Menurutnya, warga terdampak di lokasi bencana saat ini bisa mengakses layanan internet melalui posko-posko PSI di Aceh dan Sumatera Utara, karena dilengkapi Starlink.
"Posko-posko PSI sebagian besar dilengkapi Starlink. Saat ini pelan-pelan sinyal sudah pulih, tapi kami terus sediakan Starlink di tempat-tempat yang terputus akses internetnya," tutur Anthony.