Bantuan Gempa di Manggarai Barat Menjangkau hingga Pelosok Desa

Bantuan berupa bahan makanan pokok, terpal, pakaian, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya dinilai sangat membantu warga yang masih menghadapi dampak gempa.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 26 Agustus 2026, 08:50 WIB
Bantuan disalurkan untuk korban gempa di Kabupaten Manggarai Barat (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Yayasan Merah Putih Kasih (JHL Foundation) menelusuri sejumlah wilayah terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat.

Sepanjang hari, tim menyusuri tiga kecamatan, yakni Boleng, Pacar, dan Macang Pacar, dengan mendatangi Desa Mbuit, Desa Kombo Tengah, Desa Rego, hingga Desa Watu Baru. Langkah ini dilakukan agar bantuan tidak hanya terkonsentrasi di satu titik, tetapi benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Sebagian besar warga di wilayah tersebut menggantungkan hidup sebagai petani dan pekebun. Di tengah aktivitas pemulihan, warga masih merasakan gempa susulan. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat, termasuk lansia, keluarga, dan anak-anak, masih diliputi rasa khawatir.

Selain menyerahkan bantuan kebutuhan dasar, tim JHL Foundation juga berdialog dengan warga, memberikan semangat, dan mencoba menghibur anak-anak yang terdampak bencana.

Kepala Desa Kombo Tengah turut hadir menyambut kedatangan tim JHL Foundation. Ia menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat desanya.

“Terima kasih banyak atas nama pribadi dan Desa Kombo kepada JHL Foundation yang telah membantu kami yang mengalami bencana. Sebelumnya, kami tidak tahu siapa yang akan membantu dan seperti apa bantuannya. Hari ini, bantuan itu nyata sampai kepada kami. Terima kasih banyak,” ucapnya.

Ia juga meminta maaf apabila dalam proses penerimaan bantuan terdapat kekurangan. Ia menjelaskan bahwa Desa Kombo menjadi salah satu lokasi prioritas karena memiliki posko dengan jumlah warga terdampak yang cukup besar.

“Bantuan yang masuk di sini cukup banyak karena desa ini menjadi salah satu prioritas dan memiliki posko yang besar. Namun, masih ada desa dan dusun lain yang mengalami kondisi sama. Biarkan kami membantu mengatur agar bantuan dapat diteruskan dan menjangkau mereka yang membutuhkan.”

Penyaluran langsung ini menjadi bagian dari komitmen JHL Foundation untuk memastikan bantuan kemanusiaan senilai Rp 1,3 miliar yang disiapkan bagi masyarakat terdampak gempa Flores, NTT, dapat tersebar secara merata dan tepat sasaran.

Kehadiran tim juga mendapat respons positif dari masyarakat. Bantuan berupa bahan makanan pokok, terpal, pakaian, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya dinilai sangat membantu warga yang masih menghadapi dampak gempa.

Pembina Yayasan Merah Putih Kasih, Jerry Hermawan Lo, mengatakan keputusan untuk menyalurkan bantuan langsung ke desa-desa merupakan upaya memastikan masyarakat yang terdampak benar-benar merasakan manfaatnya.

“Kami tidak ingin hanya mengirim bantuan lalu selesai. Kami ingin datang, melihat sendiri kondisi masyarakat, mendengar apa yang mereka rasakan, dan memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan. Flores sedang berduka, dan kami ingin hadir di tengah mereka. Setidaknya, masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri,” ucapnya.

Jerry menegaskan, kehadiran tim JHL Foundation bukan semata membawa logistik, tetapi juga memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang masih menghadapi trauma akibat gempa.

“Ada anak-anak yang masih takut, ada orang tua yang kehilangan rumah, ada petani yang harus meninggalkan sementara lahan tempat mereka mencari nafkah. Dalam situasi seperti ini, bantuan memang penting, tetapi kehadiran manusia untuk manusia juga tidak kalah penting. Kami datang untuk membawa keduanya: bantuan dan semangat,” ungkapnya.

JHL Foundation akan terus bergerak bersama masyarakat untuk memastikan bantuan menjangkau wilayah terdampak yang membutuhkan. Sebab, bagi JHL, hadir untuk Flores bukan sekadar datang membawa bantuan, tetapi juga menemani masyarakat melewati masa sulit.

Bagi masyarakat yang masih berhadapan dengan ketidakpastian akibat gempa, kehadiran tersebut menjadi lebih dari sekadar bantuan logistik. Kehadiran itu menjadi tanda bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya