Dites Tusuk dan Dibenturkan, Polytron Bongkar Ketahanan Baterai LFP FOX Electric

Polytron mengungkap teknologi dan standar internasional yang memastikan baterai LFP pada model FOX Electric lebih aman, stabil, dan tahan risiko kebakaran.

oleh Azkal AzkiaDiterbitkan 12 Desember 2025, 19:03 WIB
Edukasi dari Polytron mengenai pentingnya pemilihan cell baterai yang aman untuk motor listrik (Polytron)

Liputan6.com, Jakarta - Polytron menegaskan komitmennya terhadap keselamatan motor listrik dengan membeberkan standar dan teknologi baterai yang digunakan pada model FOX Electric. 

Perusahaan menyoroti pemilihan cell baterai LFP yang diklaim lebih aman. Pasalnya, teknologi baterai merupakan komponen paling penting dan kompleks dalam dari sisi keamanan. 

CEO Polytron, Hariono, menjelaskan terkait standar pengujian Internasional pada baterai yang digunakan dalam motor listrik model FOX electric. Standar terrsebut mengacu pada  UN 38.3, QC/T 743, SNI 8872:2019, UN R136, hingga ISO 26262 yang mencakup beberapa pengujian.

“Polytron menerapkan standar pengujian tingkat internasional untuk memastikan setiap cell baterai yang digunakan aman sebelum dipasang pada motor listrik FOX Electric. Standar ini mencakup pengujian thermal, getaran, guncangan, tusukan, benturan, hingga simulasi risiko kecelakaan,” ungkap Hariono dalam keterangan resminya.

Aspek penting yang ditekankan oleh Polytron adalah pemilihan bahan kimia cell baterai yang belum banyak dipahami oleh konsumen.

Pasalnya, tidak semua baterai lithium memiliki tingkat keamanan yang sama. Jenis-jenis seperti NMC, NCA, dan LCO dikenal memiliki risiko api yang tinggi karena menghasilkan oksigen internal ketika terbakar.

Reaksi ini menyebabkan api cepat membesar, sulit dikendalikan, dan berpotensi menimbulkan ledakan. 

Polytron dalam baterai motor listriknya, menggunakan teknologi LFP (Lithium Iron Phosphate) karena memiliki stabilitas termal yang jauh lebih baik dan tidak menghasilkan oksigen ketika terjadi kebakaran.

Hal tersebut membuat api lebih lambat berkembang dan mudah dikendalikan, sehingga meminimalisir risiko kebakaran. 

Cell LFP yang digunakan Polytron juga telah melalui pengujian nail penetration dan mechanical impact.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan cell tidak terbakar ataupun meledak, meski mengalami tusukan, tekanan tinggi, atau kerusakan fisik yang mensimulasikan kondisi kecelakaan.

Cell LFP memiliki titik mulai thermal runaway pada suhu 250 hingga 300 derajat celcius, jauh lebih tinggi dibandingkan cell NMC yang bisa mengalami thermal runaway pada kisaran 170–220 derajat celcius.

Sebuah perbedaan yang memberikan margin keamanan yang berpengaruh bagi pengguna, terutama ketika motor listrik digunakan dalam cuaca panas, melewati kemacetan, atau ketika terjadi peningkatan suhu akibat proses pengisian daya. 

Lapisan Proteksi Lanjutan dari Battery Pack Polytron

Sistem keamanan yang digunakan oleh Polytron, tidak berhenti sampai pemilihan cell saja, melainkan desain battery pack yang menjadi lapisan proteksi selanjutnya.

Casing ini dirancang dengan sertifikasi IP67 yang membuat baterai tahan terhadap air, banjir, dan kondisi ekstrem lainnya.

Polytron FOX Electric menggunakan struktur heatsink berbahan aluminium yang berfungsi sebagai pendingin, sekaligus pelindung terhadap benturan, getaran, gesekan, dan paparan panas ekstrem. 

Berlanjut pada sisi elektroniknya, baterai dilengkapi dengan Battery Management System (BMS) lengkap, seperti sensor temperatur, sistem pemutusan arus otomatis ketika terjadi overcharge atau over-discharge, serta mekanisme cell balancing untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.

Head of Design, Quality and Assurance EV Polytron, Josaphat Bagus Purnama, mengungkapkan keselamatan pengguna motor listrik adalah hal terpenting dan menjadi pilar utama industri kendaraan listrik melalui teknologi di dalamnya. 

“Di Polytron, keselamatan pengguna motor listrik tidak pernah menjadi area kompromi. Kami memilih cell LFP bersertifikasi yang lolos pengujian paling ketat, termasuk nail penetration test, untuk memastikan ketahanan mereka bahkan dalam skenario kecelakaan ekstrem. Kami percaya bahwa industri kendaraan listrik hanya bisa berkembang jika pengguna merasa aman dan percaya dengan teknologinya,” ujar Josaphat. 

Melalui edukasi ini, Polytron menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang aman, berkualitas, dan dapat diandalkan oleh masyarakat Indonesia. 

“Teknologi yang digunakan pada FOX Electric dirancang bukan hanya untuk menghadirkan performa, tetapi juga untuk memberikan rasa aman bagi para pengguna dalam berbagai kondisi,” tutup Hariono. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya