Erling Haaland Ejek Jamie Carragher 'Meriam Liar' Soal Konflik Mohamed Salah dan Liverpool

Striker Manchester City, Erling Haaland, kembali mencuri perhatian, kali ini bukan lewat golnya saja, melainkan lewat candaan pedas yang ia lontarkan kepada Jamie Carragher.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 11 Desember 2025, 21:55 WIB
Selebrasi Erling Haaland usai mencetak gol di laga Manchester City vs Liverpool di pekan ke-11 Liga Inggris 2025/2026 di Etihad Stadium, Minggu (09/11/2025). (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Striker Manchester City, Erling Haaland, kembali mencuri perhatian, kali ini bukan lewat golnya saja, melainkan lewat candaan pedas yang ia lontarkan kepada Jamie Carragher.

Lewat wawancara santai bersama panel CBS Sports Golazo, Haaland menjuluki mantan bek Liverpool itu sebagai “loose cannon” atau "si meriam liar", memancing tawa seluruh studio.

Momen itu terjadi tak lama setelah Haaland memastikan kemenangan penting City atas Real Madrid melalui eksekusi penalti di Santiago Bernabeu. Ketika duduk bersama Kate Scott, Thierry Henry, Micah Richards, dan Carragher, suasana langsung cair.


Haaland Ejek Carragher

Penyerang Manchester City asal Norwegia #09, Erling Haaland, dan bek Real Madrid asal Jerman #22, Antonio Ruediger (kiri), berebut bola sundulan selama pertandingan pekan ke-6 Phase League Liga Champions antara Real Madrid CF dan Manchester City di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Kamis (11-12-2025) dini hari WIB. (Oscar DEL POZO/AFP)

Richards membuka percakapan dengan menanyakan perasaan sang bomber Norwegia. Dengan wajah datar khasnya, Haaland menjawab, “Aku mulai gugup kalau ada Jamie Carragher di studio!” Ledakan tawa pun tak terelakkan.

Carragher menimpali dengan gaya santai, “Kau tak perlu gugup, Erling. Tenang saja.”

Namun Haaland tak berhenti di situ. Saat ditanya lebih suka dihadapkan pada Carragher atau Antonio Rudiger, bek Real Madrid yang tampil alot di laga sebelumnya, Haaland menjawab dengan cepat, “Sepertinya sekarang aku pilih Rudiger, karena Carragher sedang jadi loose cannon (meriam liar).”


Haaland Semakin Kocak

Kemenangan ini membawa Arsenal semakin dekat dengan Liverpool di puncak klasemen. The Gunners kini mengumpulkan 50 poin dari 24 pertandingan. Sementara itu, Manchester City tertahan di peringkat keempat dengan 41 poin, semakin jauh dari persaingan gelar. (AFP/Glyn Kirk)

Candaan makin berkembang ketika Carragher mengundang Haaland hadir di acara podcast miliknya, Stick To Football, yang juga dibintangi Roy Keane.

Haaland langsung merespons dengan seloroh yang tak kalah menohok, “Kalau ada Jamie Carragher dan Roy Keane, aku harus bawa ayahku.” Komentar itu memancing tawa karena publik tahu betul sejarah panas antara Keane dan ayah Haaland, Alf-Inge Haaland.

Carragher pun menyambutnya dengan antusias, “Deal!”


Carragher Panas Usai Kritik Pedas untuk Mohamed Salah

Jamie Carragher. Semasa aktif bermain, Jamie Carrgaher hanya bermain untuk satu tim sepanjang kariernya, yaitu bersama Liverpool mulai 1996/1997 hingga 2012/2013. Ia total tampil dalam 737 laga bersama Liverpool di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 18 assist. Usai pensiun, ia terjun sebagai komentator dan pundit di jaringan televisi Sky Sports mulai musim 2013/2014 bergabung bersama Grame Souness, Gary Neville dan Jamie Redknapp. Pada Juli 2020 ia melebarkan sayapnya ke jaringan televisi CBS Sports sebagai bagian dari tim yang mengulas khusus Liga Champions. (AFP/Pool/Peter Powell)

Meski bisa bercanda di layar kaca, Carragher sebenarnya tengah berada di pusaran kontroversi. Penyebabnya adalah kritik keras yang ia tujukan kepada Mohamed Salah usai laga Liverpool akhir pekan lalu. Dalam wawancara pasca-pertandingan, Salah menyinggung masa depannya di Liverpool, setelah tiga kali beruntun dicadangkan oleh pelatih Arne Slot.

Komentar itu membuat panas suasana, dan Carragher tak ragu menyebut aksi Salah sebagai sesuatu yang “memalukan”.

“Apa yang ia lakukan setelah pertandingan itu memalukan,” ujar Carragher di Monday Night Football. “Banyak orang bilang itu luapan emosi, tapi saya tidak setuju. Saat Mo bicara di mixed zone, yang ia lakukan hanya empat kali dalam delapan tahun, itu sudah direncanakan dengan matang oleh dia dan agennya.”

Lanjut Baca:

Carragher menuduh Salah mencoba menekan klub, sama seperti yang ia nilai pernah terjadi musim lalu ketika Liverpool berada di puncak klasemen dan Salah mengirim sinyal terkait kontraknya. “Ia memilih waktu ketika tim sedang terpuruk, baru kebobolan gol menit akhir. Saat seluruh klub sedang limbung, ia memilih menyerang manajer. Seakan ingin membuat posisi pelatih makin sulit,” tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya