Danantara Dorong Transformasi Layanan Publik Berbasis AI, Ini Penjelasannya

Danantara Indonesia mendorong transformasi layanan publik melalui perubahan budaya kerja hingga pemanfaatan AI.

oleh Muhammad IsmailDiterbitkan 11 Desember 2025, 20:00 WIB
Chief Marketing Officer Danantara Asset Management Dendi Danianto saat memaparkan transformasi mengenai budaya pelayanan yang sedang dijalankan Danantara pada acara MarkPlus Conference 2026.

Liputan6.com, Jakarta - Danantara Indonesia mendorong percepatan transformasi budaya pelayanan publik di tanah air. Chief Marketing Officer Danantara Asset Management, Dendi Danianto, mengatakan perubahan ini bertujuan menggeser pola pikir pegawai dari landlord mentality menjadi public service mindset, khususnya bagi BUMN yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Pelayanan publik yang baik menjadi ukuran peradaban suatu bangsa,” ujar Dendi dalam acara MarkPlus Conference 2026, Kamis (11/12/2025).

Ia menegaskan layanan dasar seperti kebersihan toilet, kenyamanan ruang tunggu hingga proses check-in yang cepat harus menjadi prioritas sebelum beralih pada inovasi teknologi.

Transformasi yang dijalankan Danantara berlandaskan empat pilar, yakni pembentukan karakter pelayan publik (Employee Experience), penyederhanaan proses antar-BUMN (Business Process Experience), peningkatan manfaat bagi masyarakat (Customer Experience), hingga penguatan reputasi layanan (Brand Equity).

Sebagai langkah konkrit, Danantara menyiapkan CX100 Index, sistem pemeringkatan kualitas pelayanan 154 BUMN yang akan diumumkan pada Hari Pelanggan Nasional, 4 September 2026.

Dendi juga menyoroti penerapan kecerdasan buatan (AI) yang semakin matang di lingkungan BUMN, terutama di layanan bandara. AI kini mampu membaca kepadatan gate secara real time, mengirim notifikasi otomatis, hingga mengarahkan petugas cleaning service dan ground handling sesuai kebutuhan.

Meski integrasi sistem bandara cukup kompleks karena melibatkan banyak instansi, ia optimistis layanan end-to-end dapat terwujud dalam 2–3 tahun ke depan. Transformasi teknologi, inovasi layanan, dan pendekatan yang lebih humanis disebut menjadi fondasi penting Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

MarkPlus Conference 2026: AI dan China Jadi Sorotan Utama

ASEAN Marketing Summit ke-11 Resmi Dibuka di MarkPlus Conference 2026. Dengan tema besar “Lean & Agile: AI and China in Focus”.

Sebelumnya, MarkPlus Conference 2026 resmi dibuka dengan penyelenggaraan ASEAN Marketing Summit (AMS) ke-11, sebuah forum tahunan yang telah menjadi barometer perkembangan pemasaran, transformasi digital, dan dinamika bisnis di kawasan Asia Tenggara.

Diselenggarakan di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, kegiatan ini mempertemukan pemimpin industri, tokoh akademisi, pejabat pemerintahan, hingga eksekutif perusahaan multinasional yang datang dari berbagai negara.

Dengan tema besar “Lean & Agile: AI and China in Focus”, konferensi tahun ini menyoroti urgensi adopsi kecerdasan artifisial, perubahan geopolitik regional, serta semakin kuatnya ekspansi ekonomi negara-negara Asia, terutama China, Jepang, dan Korea Selatan. Deklarasi tersebut menegaskan dukungan terhadap positioning ASEAN 2026: “Navigating Our Future, Together”.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, AMS kali ini tidak hanya menampilkan dialog strategis, tetapi juga mempertegas peran ASEAN dalam ekosistem ekonomi global yang sedang berubah cepat.

 

Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Para pembicara menghadirkan perspektif menyeluruh mengenai bagaimana teknologi, geopolitik, dan kolaborasi lintas negara akan membentuk lanskap bisnis di 2026 dan seterusnya.

Mulai dari AI untuk keamanan siber, evolusi brand B2B, hingga peluang besar dari gelombang investasi China di kawasan, seluruh sesi memberikan gambaran mendalam tentang arah baru bisnis Asia.

Dengan keterlibatan langsung perwakilan pemerintah dan pelaku industri, acara ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menegaskan posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di ASEAN.  Inisiatif ini bertujuan menyediakan studi kasus bisnis Asia paling mutakhir bagi dunia akademik dan industri.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya