8 Santriwati MBS Al Maa'uun Hanyut di Sungai Lusi Blora, 3 Berhasil Diselamatkan

Delapan santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Qur'an Al Maa'uun Blora dikabarkan hanyut terbawa arus Sungai Lusi, 3 berhasil diselamatkan.

oleh Ahmad AdirinDiterbitkan 11 Desember 2025, 15:03 WIB
Petugas melakukan pencarian korban tenggelam. (Liputan6.com/Ahmad Adirin).

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak delapan santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Qur'an Al Maa'uun Blora dikabarkan hanyut terbawa arus Sungai Lusi di wilayah Kelurahan Kedungjenar, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, pada Kamis (11/12/2025) pagi.

Dari jumlah tersebut, tiga santriwati berhasil diselamatkan warga, sementara lima santriwati lainnya masih dalam pencarian tim gabungan.

Pantauan di lokasi pada pukul 09.00 WIB, tim dari BPBD Kabupaten Blora, Kepolisian, dan TNI telah membagi sektor pencarian. Petugas menyisir aliran sungai dengan berenang dan menyusuri tepian yang licin akibat hujan.

Saksi mata, Adit, menuturkan sekitar pukul 06.00 WIB ia melihat sekelompok anak bermain di bantaran sungai. Tak lama kemudian terdengar suara teriakan minta tolong.

“Tiba-tiba ada jeritan-jeritan dari anak-anak, teriak minta tolong tenggelam,” ujarnya.

Mendengar teriakan itu, warga segera berlari menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi 3 santriwati dalam kondisi lemas dan trauma.

Kapolsek Blora Kota, AKP Rustam, menjelaskan bahwa seluruh korban adalah pelajar (santriwati) perempuan dari sebuah boarding school Muhammadiyah.

Mereka diketahui sedang berkunjung ke rumah salah satu ustaz yang tinggal di kawasan perumahan dekat Sungai Lusi.

“Informasinya, mereka berkunjung ke rumah ustaznya. Setelah itu para siswa bermain di sungai,” katanya.

Menurut keterangan warga, para santriwati memang kerap datang ke rumah ustaz tersebut dan beberapa kali mengadakan kegiatan seperti perkemahan.

 

5 Berhasil Diselamatkan

Warga ketika berada di sekitar lokasi kejadian. (Liputan6.com/Ahmad Adirin).

Hingga berita ini diturunkan, 5 santriwati masih dinyatakan hilang. Tim gabungan terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Lusi.

“Apakah terpeleset atau penyebab lainnya masih belum diketahui. 3 (santriwati) yang selamat masih dalam kondisi trauma dan belum bisa dimintai keterangan,” jelas Kapolsek.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mengizinkan anak-anak bermain di sungai maupun embung, terutama pada musim hujan.

Selain arus yang deras, bantaran sungai dan tepi embung sangat licin dan berpotensi membahayakan keselamatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya