Cerita Inovator Indonesia Balik Loncatan Bioplastik Menuju Ekonomi Sirkular

Greenhope tidak hanya memperkenalkan solusi ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi banyak pihak.

oleh Septian DenyDiterbitkan 11 Desember 2025, 05:00 WIB
Ilustrasi sampah plastik

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah ancaman krisis sampah plastik dunia, Greenhope hadir sebagai inovasi biomaterial dari Indonesia yang kini diakui secara internasional. Di balik laju ekspansinya, berdiri sosok Tommy Tjiptadjaja, Co-Founder dan CEO Greenhope, yang memilih meninggalkan karier mapan di korporasi global demi mendorong perubahan sistem menuju ekonomi sirkular.

Dengan pendekatan teknologi berbasis alam dan visi kepemimpinan yang berorientasi dampak, Tommy menunjukkan bahwa inovasi hijau bukan hanya wacana, melainkan fondasi baru bagi masa depan industri plastik di Indonesia.

Bersama rekannya, Sugianto Tandio, Tommy membangun Greenhope sebagai perusahaan biomaterial yang memadukan sains, keberlanjutan, dan potensi lokal.

Melalui inovasi seperti Ecoplas bioplastik berbasis singkong dan Oxium, katalis biodegradable berbasis mineral, Greenhope menghadirkan solusi yang memungkinkan plastik kembali ke alam dalam siklus yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

Bagi Tommy, kerja ini bukan hanya soal menciptakan material baru, tetapi mengubah paradigma industri sejak dari hulu. “Pendekatan kami menyasar pada penciptaan material sejak awal, bukan hanya menangani sampah setelah menjadi limbah,” ujarnya.

Tommy melihat bahwa ekonomi sirkular hanya dapat berjalan jika semua pihak bergerak serempak. Konsumen harus belajar memilah, produsen perlu mengurangi penggunaan plastik, dan industri harus berani mengadopsi model yang lebih berkelanjutan. Ia percaya bahwa perubahan sistemik tidak mungkin terjadi tanpa kolaborasi lintas sektor.

"Perubahan dari linear ke sirkular adalah isu sistem. By definition, kita harus bekerja sama sebagai ekosistem,” tegasnya.

Itulah mengapa Greenhope secara aktif bekerja dengan berbagai pelaku industri, pemerintah, komunitas, hingga petani lokal yang menjadi bagian dari rantai nilai biomaterial.

Keberadaan Greenhope tidak hanya memperkenalkan solusi ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi banyak pihak. Singkong, bahan baku yang selama ini dianggap komoditas sederhana, bertransformasi menjadi material bernilai global.

 

Potensi Pertanian Lokal

Co-Founder dan CEO Greenhope Tommy Tjiptadjaja.

Di tangan Tommy dan timnya, potensi pertanian lokal tumbuh menjadi inovasi yang kini digunakan di lebih dari delapan negara di Asia dan Afrika. Dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga pada ekonomi masyarakat yang terlibat di dalamnya.

Filosofi kepemimpinan Tommy tidak pernah lepas dari nilai-nilai yang ia pegang sejak awal: meaning, empathy, dan integrity. Baginya, bisnis hijau harus menghadirkan makna yang lebih besar daripada sekadar keuntungan finansial. “Profit itu hanya konsekuensi,” ujarnya.

“Yang utama adalah nilai yang kita ciptakan, bagi manusia dan lingkungan.” Prinsip ini menjadi dasar setiap keputusan strategis, setiap riset, dan setiap kolaborasi yang Greenhope bangun.

Komitmen Tommy terhadap keberlanjutan juga terlihat dari kiprahnya di berbagai organisasi nasional maupun internasional. Ia menjabat sebagai Vice Chair of Permanent Committee on Circular Economy Development and Policy di Kamar Dagang dan Industri Indonesia, menjadi Indonesia Co-Chair Catalyst 2030, anggota Young Presidents’ Organization (YPO), hingga Unreasonable Fellow, sebuah jaringan global bagi para inovator berdampak.

 

Perkuat Ekosistem Ekonomi Sirkular Indonesia

Ilustrasi sampah plastik. (Foto: Freepik/teksomolika)

Semua peran ini mempertegas dedikasinya untuk memperkuat ekosistem ekonomi sirkular Indonesia. Ia yakin bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dikerjakan dengan konsistensi.

Seperti halnya bioplastik yang mereka kembangkan, menurutnya inovasi berkelanjutan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, keberanian, dan keyakinan pada nilai jangka panjang.

Kini, Greenhope menjadi contoh nyata bahwa inovasi lokal dapat menjawab tantangan global. Dari laboratorium riset hingga rantai distribusi internasional, dari petani singkong hingga pelaku industri besar, gerakan menuju ekonomi sirkular ini terus bertumbuh berkat kepemimpinan visioner Tommy.

Dari ruang kerjanya yang sederhana, ia terus menyalakan harapan bahwa Indonesia dapat berdiri di garis depan dalam teknologi biomaterial dunia. Dan melalui Greenhope, Tommy sedang menunjukkan bahwa masa depan industri plastik bukan hanya tentang mengganti material, tetapi membangun sistem yang lebih adil, bertanggung jawab, dan menyelamatkan bumi bagi generasi yang akan datang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya