Doa untuk Korban Bencana, BEM PTNU Lantunkan Sholawat Asyghil

Pembacaan salawat dilakukan secara masif saat Mukernas 2025 di NTB yang bertajuk “Wujud Nyata Bakti BEM PTNU untuk Negeri”.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 10 Desember 2025, 15:00 WIB
Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presidium Nasional BEM PTNU Se-Nusantara, Achmad Baha’ur Rifqi menuturkan, Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) melantunkan pembacaan salawat Asghil di tengah musibah yang melanda beberapa daerah seperti Aceh dan Sumatra.

Pembacaan salawat dilakukan secara masif saat Mukernas 2025 di NTB yang bertajuk “Wujud Nyata Bakti BEM PTNU untuk Negeri”.

“Salawat ini kita panjatkan agar NU diberkahi dan masyarakat Indonesia diberikan keselamatan, khususnya korban bencana banjir di Sumatera,” kata Baha dalam acara yang digelar di Kampus I Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (10/12/2025).

Selain acara bersalawat, Baha juga menuturkan soal penguatan publikasi dan sebaran informasi yang menjadi cara gerakan mahasiswa PTNU untuk memudahkan dokumentasi kegiatan serta memperluas jangkauan komunikasi nasional melalui Portal berita BEM PTNU Se-Nusantara.

"Portal ini sebagai media resmi organisasi dan menjadi langkah baru dalam penguatan publikasi dan penyebaran informasi gerakan mahasiswa PTNU," ujar Baha.

Baha menambahkan, peluncuran portal berita BEM PTNU, juga dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem informasi yang lebih kuat.

"Portal tersebut dapat menjadi tempat bertemunya gagasan, dokumentasi kegiatan, dan publikasi kajian mahasiswa PTNU agar gerakan mahasiswa dapat hadir dengan informasi yang jernih dan terarah,” tambah Baha.

Baha melanjutkan, Mukernas 2025 turut dirangkai dengan kegiatan Pelatihan Kader Muda Nahdlatul Ulama (PKMNU) 2025 yang terbagi dalam empat kelas; Leadership dan Analisis Kebijakan Publik, Youth Entrepreneurship, Ketahanan Pangan, serta Media dan Influencer.

"Pelatihan dirancang untuk menguatkan kapasitas dan kemampuan adaptif mahasiswa. PKMNU menjadi ruang penting untuk membangun kompetensi kader sesuai kebutuhan zaman," ungkap Baha.

Baha menjelaskan, mahasiswa perlu memahami isu publik, berani berinovasi, serta memiliki kreativitas dalam menghadapi tantangan generasi muda.

“Setiap kelas pelatihan memberi bekal bagi mahasiswa agar siap menghadapi dinamika nasional,” tegas dia.

Baha berharap, seluruh proses Mukernas dapat melahirkan semangat baru bagi gerakan mahasiswa PTNU. Termasui mendorong seluruh kader agar menjaga komitmen dan memperkuat jaringan kolaborasi antarwilayah.

“Kita memiliki tugas besar untuk berkontribusi kepada umat, bangsa, dan negara. Mukernas 2025 menjadi titik awal penguatan gerakan mahasiswa PTNU dengan arah yang semakin jelas, kolaborasi yang lahir akan memberi dampak positif dalam kerja-kerja organisasi ke depan. Ini saatnya mahasiswa PTNU menunjukkan kualitas dan dedikasi yang nyata,” dia menandasi.

 

Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an

Sebagai informasi, Pelaksanaan Mukernas diawali dengan Penampilan Gendang Beleq di pintu masuk memberikan nuansa penyambutan khas Lombok yang memperkuat kesan persaudaraan antarwilayah. Setelah itu, peserta mengikuti pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya, Subbanul Wathon, dan Mars UNU NTB.

Pada malam harinya, peserta Mukernas mengikuti Gala Dinner di Pendopo Wali Kota Mataram sebagai agenda silaturahmi antardelegasi. Kegiatan ditutup dengan field trip ke Desa Sade hingga Kuta Mandalika, yang memberikan pengalaman budaya serta wawasan pariwisata bagi peserta. Di Desa Sade, peserta mengenal tradisi masyarakat Sasak yang masih terjaga.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya