Liputan6.com, Jakarta - Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah analis kripto independen mengidentifikasi pola teknikal penting pada grafik pergerakannya. Pola tersebut adalah symmetrical triangle atau segitiga simetris, yang kerap menandai fase konsolidasi sebelum harga bergerak naik atau turun secara signifikan.
Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (11/12/2025), analis kripto Ali melalui akun X (Twitter) menyebut pola ini berpotensi mendorong pergerakan harga sekitar 16 persen. “XRP is trading inside a triangle and setting up for a 16% move,” ujar Ali dalam unggahannya.
Advertisement
Pernyataan ini langsung menyedot perhatian komunitas trader yang tengah memantau peluang breakout.
Pola segitiga simetris biasanya menarik minat trader karena dianggap sebagai sinyal teknikal yang cukup kuat. XRP pun menjadi aset yang banyak diperhatikan, meski prediksi ini tidak melibatkan Ripple ataupun pimpinan perusahaan.
Pergerakan harga sepenuhnya bergantung pada sentimen pasar dan analisis teknikal yang berkembang di kalangan trader.
Di sisi lain, aktivitas pada pasar derivatif XRP juga meningkat. Data menunjukkan kenaikan open interest pada futures XRP, menandakan bertambahnya minat trader dengan bias posisi buy. Situasi ini dapat memperkuat potensi breakout yang sedang ditunggu pasar.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Analisis Teknikal
Dari sisi analisis teknikal, pola segitiga simetris yang muncul pada grafik XRP menunjukkan tahap konsolidasi yang mirip dengan pola pergerakan XRP di masa lalu. Pada periode serupa, XRP beberapa kali mencatat lonjakan harga signifikan setelah menembus batas pola konsolidasi.
Para analis menyebut bahwa pola ini tidak berkaitan dengan proyek baru atau perubahan strategi pendanaan dari Ripple Labs. Sebaliknya, pergerakan harga murni dipengaruhi dinamika pasar serta ekspektasi pelaku pasar terhadap potensi breakout.
Kenaikan open interest pada kontrak berjangka XRP juga menunjukkan bahwa trader semakin aktif mengantisipasi perubahan harga. Bias tipis ke arah long menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar memperkirakan XRP akan bergerak ke atas setelah keluar dari pola segitiga. Kondisi ini membuat pergerakan harga XRP semakin menarik untuk diikuti dalam beberapa hari mendatang.
Tembus Batas Pola
Pengamatan terhadap pola segitiga simetris pada XRP juga membuka peluang terjadinya volatilitas baru di pasar kripto. Pola ini biasanya menandai titik balik penting, sehingga banyak trader memilih untuk bersiap menghadapi arah pergerakan berikutnya. Jika XRP berhasil menembus batas atas pola, lonjakan sekitar 16 persen menjadi kemungkinan yang realistis.
Namun sebaliknya, kegagalan breakout juga dapat memicu koreksi. Karena itu, para pelaku pasar harus tetap memperhitungkan risiko sambil memantau perubahan volume perdagangan yang menjadi indikator penting dalam pola segitiga simetris.
Meski demikian, kemunculan pola teknikal ini sudah cukup untuk membuat XRP kembali menjadi perhatian utama. Riwayat pergerakan XRP menunjukkan bahwa fase konsolidasi seperti ini kerap diikuti lonjakan harga signifikan.
Dengan meningkatnya minat trader dan sentimen yang menguat, pasar kini menunggu apakah XRP benar-benar akan melakukan pergeseran harga besar dalam waktu dekat.