Di Tengah Krisis Real Madrid, Gaya Main Xabi Alonso Dinilai Hambat Duo Bellingham-Vinicius!

Lothar Matthaus memperingatkan bahwa Bellingham dan Vinicius bisa kesulitan mengikuti tuntutan taktis Xabi Alonso setelah lama bebas di era Ancelotti.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 09 Desember 2025, 21:54 WIB
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso (kanan), memberikan instruksi pada Arda Guler di laga kontra Celta Vigo di pekan ke-15 La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, Senin (08/12/2025) dini hari WIB.

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid tengah mengalami perubahan besar setelah kepergian Carlo Ancelotti, dan tekanan cepat menguat terhadap Xabi Alonso. Performa yang tak stabil membuat hubungan pelatih dengan beberapa pemain kunci dipertanyakan.

Situasi itu turut mengundang perhatian dari legenda sepak bola Jerman, Lothar Matthaus. Dalam kolomnya di Sky Sport Germany, Matthaus menyoroti potensi gesekan antara tuntutan taktis Alonso dan gaya bermain dua bintang Madrid, Jude Bellingham serta Vinicius Junior.

Ia menilai keduanya terbiasa dengan kebebasan penuh di bawah Ancelotti. Kondisi ini, menurutnya, bisa menyulitkan adaptasi terhadap sistem baru yang lebih terstruktur.

Komentar Matthaus muncul ketika atmosfer di Bernabeu berubah dari keyakinan menjadi kecemasan, terutama setelah serangkaian hasil buruk dan kekalahan dari Celta Vigo yang memicu krisis internal.


Kritik Matthaus terhadap Transisi Taktis Madrid

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, dalam pertandingan Liga Spanyol melawan Athletic Bilbao, Kamis, 4 Desember 2025. (AP Photo/Jose Breton)

Matthaus menilai peralihan dari era Ancelotti menuju gaya Alonso berlangsung tidak mulus. Ia melihat bahwa hilangnya kebebasan bermain dapat memengaruhi efektivitas para pemain kreatif, termasuk Bellingham dan Vinicius.

Di mata Matthaus, perubahan ini menciptakan jarak budaya yang signifikan dari gaya sebelumnya. “Dia adalah tipe pelatih yang berbeda dibanding Carlo Ancelotti,” tulisnya.

“Pelatih asal Italia itu lebih seperti figur ayah, memberi para pemain lebih banyak kebebasan, terutama di lapangan. Alonso, seperti yang semua orang tahu, menghargai detail seperti disiplin, ketepatan waktu, dan organisasi di lapangan."

"Di bawah Ancelotti, Real Madrid lebih mengandalkan kualitas individu para pemainnya. Alonso tetap memberi mereka kebebasan, tetapi ia juga memberi para bintang lebih banyak arahan di lapangan. Pemain seperti Jude Bellingham atau Vinicius mungkin tidak mampu mengatasi pendekatan itu dengan baik.”


Minimnya Improvisasi Real Madrid

Aksi Jude Bellingham pada laga Real Madrid vs Celta Vigo di pekan ke-15 La Liga 2025/2026 - AP Photo/Manu Fernandez

Dalam kolom tersebut, Matthaus menyoroti bahwa fokus Alonso berada pada kolektivitas. Pendekatan itu sukses di Bayer Leverkusen, tetapi menurutnya tidak semua pemain mudah menerimanya, terutama mereka yang terbiasa melakukan improvisasi.

“Bagi Alonso, fokus bukan pada pemain individu, tetapi pada tim. Itu bekerja dengan baik di Leverkusen. Florian Wirtz tentu memiliki kebebasannya di sana," sambung Matthaus.

"Alonso mengharapkan semua pemainnya berkontribusi dalam bertahan. Jika seorang pemain tidak menyukai hal itu, dia akan kesulitan dengan pelatih.”

Lanjut Baca:

Tantangan adaptasi ini menjadi sorotan utama, terlebih saat perubahan struktur membuat beberapa pemain harus mengubah insting bawaan mereka di lapangan. Perbedaan ini menambah tekanan di ruang ganti yang kini berada di bawah pantauan ketat publik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya