Cerita Heroik Christian Pulisic: 2 Hari Lalu "Mati Suri", Hari Ini jadi Pahlawan Kemenangan Milan

Christian Pulisic cetak dua gol kemenangan AC Milan vs Torino meski sempat sakit parah. Simak pengakuan dramatis sang pemain dan gol roket Adrien Rabiot di sini.

oleh Afdholud DzikryDiterbitkan 09 Desember 2025, 09:17 WIB
Selebrasi pemain sayap AC Milan, Christian Pulisic usai mencetak gol ke gawang Torino di lanjutan Liga Italia, 9 Desember 2025. (Tano Pecoraro/LaPresse via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Christian Pulisic menjadi pahlawan tak terduga bagi AC Milan. Ia bangkit dari sakit untuk mencetak dua gol kemenangan krusial Rossoneri melawan Torino, Selasa (9/12/2025).

Laga tandang melawan Torino berlangsung sangat dramatis bagi Rossoneri. Mereka sempat tertinggal dua gol sebelum membalikkan keadaan menjadi 3-2.

Fakta mengejutkan terungkap usai peluit panjang dibunyikan wasit. Pulisic ternyata baru saja sembuh dari demam tinggi yang menyiksanya semalam.

Sang pemain bahkan nyaris absen total dalam laga tersebut. Namun, takdir berkata lain saat ia masuk sebagai super sub.


Drama 'Mati Suri' di Kamar Tidur

Christian Pulisic saat menggenggam trofi pemain terbaik usai membawa AC Milan mengalahkan Torino di ajang Liga Italia. (Marco BERTORELLO / AFP)

Pulisic awalnya tidak masuk dalam rencana skuad utama Milan. Ia terbaring lemah di tempat tidur karena demam tinggi semalam.

Pemain andalan Timnas Amerika Serikat itu baru menyusul tim sore harinya. Ia tiba di lokasi hanya beberapa jam sebelum kick-off dimulai.

"Dua hari lalu saya mati di tempat tidur, tapi saya merasa jauh lebih baik hari ini," buka Pulisic kepada Sky Sport Italia.

"Saya sangat senang saya datang ke sini dan mampu membantu tim," tambahnya dengan wajah lega.


Keraguan yang Berbuah Manis

Gelandang AC Milan Adrien Rabiot merayakan gol pertama timnya dalam laga Serie A melawan Torino di Turin, Italia, Selasa, 9 Desember 2025. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Kondisi fisik sang winger sempat diragukan jelang pertandingan. Pulisic sendiri tidak yakin bisa bermain melawan Torino kemarin.

Namun, ia justru tampil menggila dengan mencetak dua gol penentu. Musim ini ia sudah mengemas tujuh gol hanya dari sembilan laga.

"Saya tidak tahu kemarin apakah saya bisa bermain, tapi pagi ini saya merasa jauh lebih baik," kenang Pulisic.

"Jujur saja, saya lebih senang dengan kemenangan ini daripada gol-gol tersebut," tegas eks pemain Chelsea itu.


Gol Roket Adrien Rabiot

Selebrasi Adrien Rabiot usai mencetak gol untuk AC Milan di laga melawan Torino pada lanjutan Liga Italia 2025-2026, 9 Desember 2025. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Kemenangan ini juga diwarnai gol spektakuler dari Adrien Rabiot. Gelandang Prancis itu melepaskan tembakan roket dari jarak 29 meter.

Rabiot mengakui tim sempat memulai laga dengan cukup buruk. Masuknya Pulisic mengubah tempo permainan secara drastis di babak kedua.

"Kami butuh sesuatu, sesekali Anda harus mencoba sesuatu yang bisa mengubah permainan," ujar Rabiot mengomentari gol indahnya.

"Ada kesalahan, tapi yang penting adalah mentalitas dan semangat untuk membalikkan keadaan, termasuk mereka yang datang dari bangku cadangan," lanjutnya.


Tumbal Kemenangan dan Puncak Klasemen

Sayangnya, kemenangan dramatis ini memakan korban cedera di babak pertama. Rafael Leao harus ditarik keluar karena masalah otot adduktor kanan.

Meski begitu, tiga poin ini sangat krusial bagi posisi Milan. Mereka tetap di puncak klasemen bersama Napoli, unggul satu poin dari Inter.

"Ini adalah pertandingan yang bisa mengubah musim, membuktikan kami ada di sini dalam hal tekad dan fokus," analisis Rabiot.

"Kami harus memperbaiki sikap di awal, karena kami tidak bisa selalu bangkit dari ketertinggalan 2-0 untuk menang 3-2," tutupnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya